Penyebab Banjir di Kambang Ditelusuri Tim Dinas Kehutanan Sumbar Pemkab Pessel

banjir
tim saat berdiskusi sembari mencari tahu penyebab banjir yang terjadi akibat luapan Batang Kambang, Kecamatan Lengayang.

Beritanda1 – Penyebab banjir yang terjadi akibat meluapnya Batang Kambang, Kecamatan Lengayang, pada Sabtu (31 November 2020) lalu, ditelusuri tim Dinas Kehutanan Sumatera Barat (Sumbar) bersama sejumlah pejabat Kabupaten Pesisir Selatan dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).  

 

“Kami bersama Pemkab Pessel menelusuri hulu sungai Kambang serta menemukan sejumlah hutan yang gundul akibat pembukaan areal ladang masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozarwardi Usama Putra di lokasi, Kamis (5 November 2020).

Menurutnya, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk melihat dari dekat beberapa hal penyebab terjadinya banjir di Kambang beberapa waktu lalu.

Berdasarkan hasil peninjauan saat itu, pihaknya memetakan beberapa solusi yang bakal dilakukan bersama Pemkab Pessel dan juga Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Diantaranya, permasalahan pembukaan areal berladang terutama yang berada di kawasan hutan, bakal ditempuh dua opsi yakni penegakan hukum dan pola kerjasama dengan masyarakat.

“Jika para peladang mau membuka diri, maka bakal diterapkan pola kerjasama sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Perhutanan Sosial. Namun, jika tidak diindahkan maka penegakan hukum bakal dilakukan” katanya.

berdiskusi
tim saat berdiskusi sembari mencari tahu penyebab banjir yang terjadi akibat luapan Batang Kambang, Kecamatan Lengayang.

Ia menuturkan, pada pola kerjasama tersebut bakal ada pendampingan yang komprehensif, sehingga hutan tetap terjaga dan lestari ditengah aktivitas berladang masyarakat.

Sementara, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional III Pesisir Selatan, Laskar Jaya Permana, menyebutkan, khusus di Kecamatan Lengayang selain adanya warga yang berladang di dalam taman nasional juga terdapat aktiviitas ilegal logging.

“Terkait hal itu, kami bakal melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kawasan hutan serta sanksi bagi masyarakat yang melakukan pengrusakan. Selanjutnya kami juga intens melaksanakan patroli rutin,” ucapnya.

Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Pemkab Pessel, Mimi Riarti Zainul, mengatakan, akibat meluapnya Batang Kambang berdampak terhadap 3.988 kepala keluarga (KK) serta menyebabkan 55 unit rumah warga rusak parah di Kecamatan Lengayang.

BACA JUGA:  22 Orang Penyandang Disabilitas Terima Bantuan UEP Dari Pemkab Pessel

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap ditemukannya solusi yang baik, sehingga tidak memberatkan masyarakat kedepannya. Namun, disatu sisi mampu meminimalkan terjadinya banjir,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, turut hadir sejumlah pejabat Pemkab Pessel, diantaranya Kepala Bapedda, Kepala Dinas PSDA, Kepala BPBD, serta Kepala KPHP Pessek dan sejumlah pejabat lainnya.

Reporter: Okis Rockin

Facebook Comments

loading...