Pengusaha Depot dan Petugas Sanitasi Puskesmas di Pesisir Selatan Diberi Pembinaan

Depot Air Minum
Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan saat menggelar pertemuan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum Angkatan I, di Hotel Hannah Painan, Senin (27/7).

Beritanda1 –Pemerintah Daerah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), menggelar pertemuan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum Angkatan I, di Hotel Hannah Painan, Senin 27 Juli 2020.

 

Acara tersebut dibuka Bupati Hendrajoni, yang saat itu diwakili Kepala Dinas Kesehatan dr. Satria Wibawa dengan peserta sebanyak 36 orang terdiri dari pengusaha depot air minum se Kabupaten Pesisir Selatan dan tenaga sanitasi Puskesmas setempat.

Terkait kegiatan itu, Satria Wibawa mengatakan, setiap pengusaha depot air minum harus mengantongi sertifikat layak sehat, sehingga air minum yang dikonsumsi masyarakat lebih terjamin bersih dan hygienis, serta bebas dari bakteri untuk memenuhi syarat kesehatan.

“Air minum dinyatakan memenuhi syarat untuk dikonsumsi, setelah dilakukan uji laboratorium yang diproduksi dari depot air minum dan diawasi petugas sanitasi puskesmas terdekat. Terkait kewajiban pengurusan sertifikat layak sehat mesti mengacu pada regulasi yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, pengusaha depot air minum juga diwajibkan melakukan pemeriksaan air minum yang diproduksi secara berkala, baik kimia maupun secara bakteriologis di laboratorium milik dinas kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan. “Hal ini mesti dilakukan. Sebab, menyangkut kepentingan masyarakat banyak dalam mendapatkan jaminan kesehatan terhadap air tanah yang bakal di konsumsi,” katanya.

Ia menuturkan, Pemkab Pessel melalui dinas terkait memiliki kewajiban mengawasi seluruh depot air minum, karena menyangkut hajat hidup orang banyak, terutama terkait kesehatan.

depot
Pertemuan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum Angkatan I, di Hotel Hannah Painan, Senin (27/7).

Pihaknya menghimbau agar pemilik depot air minum isi ulang yang belum  mengurus izin segera melakukannya. Bagi yang sudah mengantongi izin, diwajibkan pula melukakan pemeriksaan secara berkala.

“Pemeriksaan kimia satu kali dalam 6 bulan. Dan pemeriksaan bakteriologis satu kali dalam 4 bulan demi menjaga kualitas air minum yang bakal dikonsumsi masyarakat. Sebab, banyak  penyakit yang disebabkan dari sumber air minum yang tidak memenuhi syarat kesehatan,” ucapnya.

BACA JUGA:  Senin Depan, Pemkab Solok Agendakan Pelantikan Wali Nagari Hasil Pilwana Serentak 2019 di Sporthall Batubatupang

Satria Wibawa berharap, melalui pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan kepada seluruh pengusaha depot air minum di Kabupaten Pesisir Selatan agar mematuhi regulasi yang ada terkait dengan usaha tersebut. “Kegiatan atau usaha ini bakal kami pantau dan awasi, kemudian dilakukan pembinaan,” katanya mengingatkan.

Reporter: Okis Rockin

Facebook Comments

loading...