Pengerjaan Jalinsum di Dharmasraya Asal Jadi, Malam Diaspal Pagi Sudah Hancur

Jalinsum
Kondisi jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Dharmsraya yang hancur akibat pengerjaan yang asal jadi.

Beritanda1 –Pengerjaan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Dharmasraya sepertinya asal jadi. Buktinya malam dilakukan pengaspalan, pagi sudah hancur.

 

“Malam diaspal, pagi jalan itu sudah hancur,” kata Oka (35), warga Kiliran Jao, Jumat (21 Agustus 2020), siang.

 

Oka mengatakan, dari awal pengerjaan jalan tersebut ia bersama masyarakat sekitar sudah menduga pengerjaan perbaikan Jalinsum tidak beres, karena kontraktornya yang tidak profesional, padahal nilai angka proyek pasti besar.

Pasalnya yang dikerjakan adalah jalan nasional, namun dalam pengerjaan yang dilihat, alat berat yang diturunkan saja hanya satu alat, padahal jalan yang diperbaiki cukup panjang.

Begitu pula dalam pengerjaan pengerasan dasar jalan ulasnya, dasar jalan ditabur dengan bekas galian jalan lain, kemudian ditabur dengan batu pecah yang cukup halus, belum padat jalan tersebut sudah diaspal. “Apa jalan tidak hancur,” katanya kesal.

Oka juga menambahkan, saat ini jalan dilakukan penambalan-penambalan, lubang yang satu ditambal, hanya berjarak satu meter ada lubang di badan jalan tidak ditambal. “Jadi kami sebagai pengguna jalan yang membayar pajak menjadi heran dengan cara kerja kontraktor,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah harus bertindak, wakil rakyat harus berteriak dengan persoalan jalan nasional yang hancur ini, kalau tidak, kontraktor yang melaksanakan pekerjaan akan semena-mena saja bekerja.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Dharmasraya, Ir.Junedy Yunus menjelaskan, Jalinsum merupakan jalan nasional. Perawatan jalan tersebut di bawah Balai Wilayah Jalan Nasional. Jadi Pemda sifatnya hanya koordinasi, namun demikian ia akan sampaikan apa yang terjadi di lapangan.

Ia menambahkan, setiap pengerjaan proyek ada perawatan sebelum diserahkan juga dilakukan pemeriksaan oleh pengawas dan pihak yang berkompeten.

Reporter: Maryadi/Hantaran.co

Facebook Comments

BACA JUGA:  Kisah Korban Kerusuhan Wamena Papua: Mimpi Aneh Sang Ibu (2)
loading...