Penanganan Covid-19, Khairul Apit Minta Pemda Limapuluh Kota Perdayakan Produksi Lokal

Khairul Apit
Ketua Fraksi Gerindra kab. Limapuluh Kota Kharul Apit

Beritanda1 –Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Khairul Apit meminta pemerintah daerah setempat untuk memberdayakan potensi lokal di daerah setempat dalam  penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19), terutama dalam pengadaan masker dan APD.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi Gerindra Kabupaten Limapuluh Kota Khairul Apit menyusul akan dilakukannya rasionalisasi anggaran sebesar Rp.15 Miliar dana APBD Kabupaten Limapuluh Kota yang akan dimanfaatkan untuk operasional dan penanganan dalam pencegahan virus mematikan itu.

“ Kami menyambut baik rencana rasionalisasi itu, namun kami mendorong Pemerintah Daerah agar memberdayakan seluruh potensi barang produksi lokal daerah ini  dalam penanganan penyebaran Virus Corona,”tegasnya, Jumat (10/4) sore di Meja Tapi Sawah kawasan Kota Payakumbuh.

Produksi lokal dimaksud, kata Khairul Apit,  seperti Alat Pelindung Diri (APD), kebutuhan pangan dari hasil pertanian serta beberapa produksi lokal lainnya. “Sekarang banyak UMKM dan kelompok-kelompok yang dibina pemerintah sudah mulai memproduksi masker, pakaian lengkap APD. Hasil produksi lokal ini, tidak jauh kalah dengan buatan pabrik. Ini yang seharusnya diberdayakan,”ucap Khairul Apit.

Selain APD, kata mantan Walinagari Pandam Gadang itu,  hasil pertanian masyarakat Limapuluh Kota seperti beras, sayur, lauk pauk, telur juga bisa diberdayakan pemerintah untuk memenuhi sembako masyarakat luas. “Ada bantuan Jaringan Pengaman Sosial. Hasil pertanian, peternakan dari masyarakat Limapuluh Kota ini lah yang dibeli oleh Pemda untuk disalurkan ke masyarakat luas,” kata Apit.

Sehingga, ucap politisi Gerindra itu, perputaran uang selama pandemi Covid-19 tetap beredar di Limapuluh Kota. “Dengan pola ini, perputaran uang yang dibelanjakan daerah akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”katanya.

Terpisah, Wakil Bupati Limapuluh Kota menilai, dalam memberdayakan produksi lokal sangat memungkinkan untuk diterapkan. “OPD harus jeli dengan kondisi ini. Kalau ada di dalam daerah kenapa kita harus mencari keluar. Masyarakat kita juga terbantu dengan memberdayakan produksi lokal ini,”ujar Ferizal Ridwan.

BACA JUGA:  Peduli Penderita Bibir Sumbing, Donizar Lakukan Aksi Sosial di Pasaman

Reporter: Dadank

Facebook Comments

loading...