Pemkab Tanah Datar dan Kemenag Sosialisaikan Penundaan Haji Kepada 279 Calon JCH

Tanah Datar
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, menggelar Sosialisasi Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020, kepada 263 Jemaah Calon Haji (JCH) dan 16 orang cadangannya di Masjid Nurul Amin Pagaruyung, Rabu 1 Juli 2020.

Beritanda1 –Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat, menggelar Sosialisasi Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020, kepada 263 Jemaah Calon Haji (JCH) dan 16 orang cadangannya di Masjid Nurul Amin Pagaruyung, Rabu 1 Juli 2020.

Sosialisasi tersebut terkait pembatalan pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2020 M/1441 H akibat wabah Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Arab Saudi selaku lokasi pelaksanaan ibadah ini.

Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar Syahrul mengungkapkan, penundaan keberangkatan bagi jama’ah calon haji tahun 2020 berlaku bagi seluruh jama’ah haji asal Indonseia. “Dalam keputusan Menag Agama RI, tahun 1441 H/2020 M ini tidak ada keberangkatan untuk menunaikan Ibadah Haji karena Covid-19 dan karena Arab Saudi masih menutup akses jamaah haji bagi negara manapun, sehingga terbitlah keputusan ini,” katanya.

Artinya, tambah Syahrul, keputusan Menag RI ini tidak hanya berlaku bagi jemaah calon haji yang menggunakan kuota haji pemerintah baik reguler maupun khusus, namun juga visa haji mujamalah atau undangan dan visa khusus yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi.

“Jadi tahun ini memang ditutup untuk pelaksanaan ibadah haji, namun Insya Allah penundaan ini ada hikmah di baliknya, mari kita berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT, sehingga segala hambatan dan halangan tidak ada lagi, sehingga ibadah Haji bisa dilaksanakan tahun depan,” ujar Syahrul.

Pemkab tanah datar
Pemkab bersama Kemenag, menggelar Sosialisasi Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020, kepada 263 Jemaah Calon Haji (JCH) dan 16 orang cadangannya di Masjid Nurul Amin Pagaruyung, Rabu 1 Juli 2020.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra H. Afrizon yang mewakili Bupati Tanah Datar menyampaikan, dari pelaksanaan sosialisasi di hari kemarin dan hari ini bisa dilihat 90% merasa kecewa dan sedih karena tidak jadi berangkat di tahun 1441 H ini.

“Manusia mempunyai rencana, Allah SWT juga mempunyai rencana yang terbaik bagi hamba-Nya, jadi percayalah ada hikmah dibalik penundaan keberangkatan ini,” ucapnya.

BACA JUGA:  Diduga Pengguna Narkoba, Tiga Pemuda Ditangkap Polres Solok Kota

Afrizon menegaskan bahwa keberangkatan Jam’ah Haji tidak dibatalkan, namun diundur pelaksanaannya tahun depan. “Insya Allah, Bapak/Ibu hanya diundur keberangkatan sampai tahun depan. Pembatalan dilakukan kalau Bapak/Ibu mengambil dana yang telah disetorkan untuk biaya haji ini, sehingga kuota Bapak/ibu otomatis hilang pada kuota pemerintah,” ujarnya.

Afrizon juga berharap, jemaah calon haji yang diundur keberangkatan jangan sampai terpengaruh atas isu dan berita yang tersebar di media sosial. Terutama isu yang menyebutkan dana ibadah haji terpakai untuk biaya pembangunan atau bayar utang.

“Itu semua tidak benar, percayalah dana ibadah haji yang Bapak/ibu bayar aman dan dijaga, sebagai buktinya kalau Bapak/ibu mengambil dana itu maka dana tersedia, jadi jangan risau namun tetap jaga hati dan kesehatan agar tahun depan bisa menunaikan rukun Islam kelima,” tukas Afrizon.

Terpisah, Jamaah Calon Haji (JCH) warga Baringin Kecamatan Limo Kaum Tanah Datar yang berprofesi sebagai dokter juga menyampaikan sedikit rasa kecewanya. Hal itu lantaran ia sudah mendaftar sejak 9 tahun lalu dan direncanakan berangkat tahun ini,  namun batal. “Namun tentu pembatalan atau pengunduran ini sudah dikaji mendalam pemerintah tentu ada baiknya, terutama terhadap situasi pandemi Covid-19 yang mewabah,” ujarnya.

Meski mengaku sedikit kecewa, namun ia mengaku sabar dan ikhlas dan tetap semangat untuk menunggu jadwal keberangkatan tahun 1442 H mendatang. “Insya Allah, saya tetap semangat untuk berhaji tahun depan dengan terus jaga kesehatan dan peningkatan amal ibadah,” tukasnya.

Reporter: Wahyu Haryadi

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...