Pemkab Pessel Percepat Layanan Pendidikan Bagi Korban Kerusuhan Wamena

16
Rapat SKPD Pemkab Pessel

PAINAN – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni mengintruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajaran agar mempercepat pelayanan pendidikan bagi anak-anak perantau Pessel yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. “Yang penting anak-anak ini sekolah dulu. Mengenai rapor dan persyaratan lainnya bisa menyusul,” ujar Bupati beberapa waktu lalu di Painan.

Intruksi tersebut langsung ditindak lanjuti oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Pessel Muskamal, hal itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi penanganan warga asal Pesisir Selatan korban kerusuhan Wamena, Selasa (8/10).

“Dari catatan kami sekitar 291 perantau asal Pesisir Selatan telah sampai di kampung halaman. Bagi anak-anak, akan kami upayakan mereka bisa secepatnya mengakses bangku sekolah,” katanya.

Ia menyebutkan, jika tak ada aral melintang pada Rabu (8/10) anak-anak sudah bisa datang ke sekolah terdekat. Baik itu SD, SMP dan SMA sederajat untuk memulai proses belajar mengajar. “Bagi anak-anak yang tidak memiliki seragam sekolah atau perlengkapan lainnya untuk sementara bisa memulai proses belajarnya dan hal itu kami telorir. Setelah itu akan diberikan seragam secara gratis,” tuturnya.

Ia menambahkan, bagi para perantau yang dokumen kependudukannya hilang pada insiden tersebut, Pemkab Pessel siap membuatkannya kembali. “Untuk memudahkan prosesnya bisa dengan menyerahkan foto copi KTP atau KK. Jika tidak ada cukup beritahu nama lengkap, alamat selama di Wamena dan kami akan memprosesnya,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, saat ini sudah ada 31 orang yang terdata membutuhkan KTP dan KK.  Dokumen kependudukan mereka saat ini tengah di proses pada dinas setempat.

BACA JUGA:  Sediakan Investasi Rp 500 Miliar, PT Jaya Alam Arosuka Serius Ingin Kembangkan Kawasan THKW Arosuka

Selain itu, Pemkab Pessel juga siap membantu jika diantara perantau ada yang membutuhkan layanan kesehatan namun kartu BPJS Kesehatan miliknya rusak. “Yang penting berobat dulu, pemindahan layanan faskes kesehatan akan kami bantu pengurusannya,” ucapnya lagi.

Sementara bagi para perantau yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan namun membutuhkan layanan kesehatan tetap harus berobat dan biayanya akan dibantu oleh RSUD setempat dan Baznas. “Hal ini kami ambil berdasarkan hasil keputusan rapat koordinasi antara Pemkab Pessel dengan seluruh pihak terkait. Selain itu, guna memudahkan penanganan korban kerusuhan Wamena pos terpadu juga didirikan,” tuturnya.

Reporter: Okis Rockin

Editor    : Malin Marajo 

Loading...
loading...