Pemkab Pessel Akan Susun Perda Pertahankan Lahan Pertanian Produktif

6
PAINAN–Alih fungsi lahan mulai mengancam lahan pertanian di sejumlah kawasan di Kabupaten Pesisir Selatan. Menyikapi itu, Pemerintah daerah setempat akan segera menyusun regulasi khusus melalui peraturan daerah yang akan diusulkan awal tahun 2020, guna mempertahankan lahan pertanian produktif di daerah itu.
“Tahun depan kami akan mengusulkan Ranperda Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Hal ini sebagai upaya mempertahankan luas areal pertanian untuk masa yang akan datang,” ucap Nuzirwan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Pesisir Selatan di Painan, Rabu (18/9).
Menurut Nuzirwan, setelah Ranperda tersebut disahkan menjadi Perda, maka tidak mudah bagi masyarakat, pemerintah atau swasta mendirikan bangunan dan infrastruktur lainnya di lahan pertanian.
Dalam penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan merupakan salah satu instansi yang akan memberikan rekomendasi sesuai dengan Perda tersebut.
“Jika berpotensi mengurangi lahan pertanian atau kurang berdampak baik bagi masyarakat luas, bisa jadi rekomendasi penerbitan izin tidak kami keluarkan,” katanya.
Ia menyebutkan, saat ini luas lahan pertanian khususnya sawah serta lahan yang berpotensi cetak sawah di Pessel, terbagi dalam tiga variasi, yang pertama berdasarkan catatan Badan Pertanahan Nasional luasnya mencapai 23.624,51 hektare.
Selanjutnya berdasarkan Badan Pusat Statistik luasnya mencapai 30.416 hektare, dan berikutnya berdasarkan laporan Forum Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) mencapai 25.744,01 hektare.
Setelah Perda disahkan pihaknya bakal memaksimalkan dalam menjalankannya. Jika tidak, maka akan terjadi beberapa hal yang akan merugikan masyarakat petani dan pemerintah.
Hal itu, kata dia, mulai dari berkurangnya produksi dikarenakan areal yang secara terus menerus berkurang sepanjang tahun, hingga berdampak pada terancamnya ketahanan pangan.
“Selain itu juga berpotensi menciptakan pengangguran di kalangan masyarakat dikarenakan tidak tersedianya lahan yang akan digarap secara maksimal. Bahkan, anggaran yang dikucurkan pemerintah pda sektor pertanian terkesan sia-sia,” ujarnya.
Reporter: OKIS ROCKIN
Editor: MALIN MARAJO
BACA JUGA:  Kabut Asap Semakin Pekat, Sekolah di Solok Diliburkan Tiga Hari
Loading...
loading...