Pembangunan Batu Penahan Ombak di Pantai Ujung Air Sutera Dianggarkan Rp. 5 Miliyar

7

PAINAN–Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni bakal menyegerakan pembangunan batu penahan ombak di Kampung Ujung Air, Kecamatan Sutera, dengan anggaran sekitarĀ  Rp. 5 Miliyar melalui bantuan tanggap darurat pusat.

“Sebenarnya proyek ini belum bisa di tender. Namun karena kondisinya mendesak, akhirnya saya mendorong dinas terkait agar mempercepat kegiatan ini menjadi tanggap darurat bencana,” ujarnya pada wartawan saat mengunjungi lokasi yang terdampak abrasi, Minggu (8/9)

Menurut dia, akibat kondisi cuaca dan tingginya gelombang laut di kampung Ujung Air, mengakibatkan sejumlah pemukiman dan tanaman masyarakat menjadi terancam.

“Nanti anggaran Rp5 miliar itu kita pergunakan untuk membangun batu penahan ombak sepanjang 700 meter di lokasi,” katanya.

Hendrajoni memastikan, pejabat dari Balai Besar Sungai wilayah V Sumatera Barat menyanggupi dan kegiatan bakal dimulai dalam waktu dekat.

“Tadi langsung saya telpon. Pada intinya mereka setuju. Dan kami diminta untuk menyiapkan dokumen guna kelancaran kegiatan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, warga setempat Ujang (52) menyebutkan, abrasi pantai di kampungnya telah menumbangkan puluhan pohon kelapa milik warga setempat.

Selain menumbangkan puluhan pohon kelapa, abrasi juga mengancam dua unit rumah warga yang sudah semakin dekat dengan bibir pantai dan saat ini hanya berjarak sekitar tiga meter saja.

“Jarak bibir pantai dengan kedua unit rumah itu hanya sekitar tiga meter saja, kami berharap segera ada upaya penanganan dari pemerintah setempat,” ucapnya penuh harap.

BACA JUGA:  Bupati Dharmasraya Ajak Jemaah Shalat Idul Adha Mendo'akan Warga Terkena Keracunan Segera Sembuh

Hal senada, Zainul (60) mengatakan sesuai perkiraannya setelah melihat tanda-tanda alam, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi hingga satu munggu ke depan.

“Ya, kami berharap agar kondisi ini tidak semakin parah. Secepatnya ada penanganan serius dari pemerintah untuk mencegah terjadinya abrasi ini,” katanya.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

Loading...
loading...