Beranda Daerah Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Solok Sudah 88 Persen

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Solok Sudah 88 Persen

sertifikat vaksinasi
vaksin-covid-19/ilustrasi

Beritanda1–Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 (CoronaVac) di Kabupaten Solok yang dilaksanakan sejak tanggal 1  hingga 26  Februari  2021, sudah mencapai sebanyak 1.135 orang dari 1.269 sasaran vaksinasi sesuai yang terdata dalam PCare.

“Saat ini persentase pelaksanaan Vaksinasi sudah mencapai angka 88 persen dengan sasaran utama adalah tenaga medis dan petugas pelayanan publik di kabupaten Solok,” kata juru bicara Covid-19 Kabupaten Solok Syofiar Syam kepada beritanda1.com, Minggu (28 Februari 2021).

Dengan jumlah tersebut, pihaknya yakin target vaksinasi tahap pertama akan bisa dicapai sesuai jadwal. Ia menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi tersebut merupakan program nasional dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

Sementara itu hingga Minggu (28 Februari 2021) total warga Kabupaten Solok yang terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 853 orang, yang terdiri dari 33 orang menjalani karantina mandiri, tujuh orang dirawat dan 19 orang meninggal dunia. Sedangkan jumlah yang sembuh juga mengalami peningkatan dengan jumlah 794 orang.

Sedangkan pemeriksaan spesimen sudah dilakukan sebanyak  9.297 orang dan sebanyak 1.684 berasal dari kegiatan pool test Kabupaten Solok.

“Untuk zonasi daerah di Sumatera Barat pada Minggu ke-51  dari tanggal  28 Februari  s/d  6 Maret 2021, Kabupaten Solok masih masuk dalam  zona oranye  dengan risiko sedang,”ujarnya.

Sementara itu jumlah angka Positivity rate Kabupaten Solok masih berada pada angka 9,01 persen, jauh di atas standar WHO dengan angka 5 persen dan berada pada zona orange dengan skor terendah di Sumbar 2,20.

“Semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran Covid-19 di daerah tersebut. Hingga saat ini, untuk daerah dengan skor terbaik masih Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan skor 2,73,”kata Kabag Prokomp Setda Kabupaten Solok ini.

BACA JUGA:  Dipicu Hujan Lebat, Batang Tarusan Melauap. Akses Padang-Painan Terganggu

Sementara untuk menurunkan angka positivity rate tersebut, pihaknya akan terus menggencarkan pelaksanaan testing dan tracing pada beberapa daerah yang menjadi klaster penyebaran corona di daerah itu. Positivity rate adalah rasio antara jumlah orang yang mendapat hasil positif lewat tes Corona dengan total jumlah tes.

“Meski demikian, angka positivity rate Kabupaten Solok masih jauh lebih rendah dari angka nasional yang mencapai 26,2 persen,” ujarnya.

Cara menghitung positivity rate adalah, jumlah total kasus positif dibagi dengan jumlah orang yang dites  dan dikalikan 100. Artinya, semakin rendah positivity rate menunjukkan juga jumlah orang yang dites semakin banyak dan menunjukkan pelacakan kontak yang memadai.

“Dengan semakin banyaknya pelacakan kontak, kita juga akan semakin mudah untuk mendeteksi sebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Dengan demikian tentunya juga akan semakin mudah untuk melokalisir dan memutus mata rantai sebarannya,” ucapnya.

Reporter: Wezi Rismanto

Artikel sebelumyaEfriyon Coneng: Perguruan Tinggi di Kota Solok Butuh Perhatian Pemkot
Artikel berikutnyaBaznas Kabupaten Solok Akan Bedah 26 Unit Rumah Tak Layak Huni Tahun Ini