Peduli Korban Kerusuhan Wamena, Aliansi Peduli Pessel Galang Dana Bantuan

4
Ketua Umum APP Lisda Hendrajoni terjun langsung bersama masyarakat melakukan penggalangan dana, Minggu (6/10)

PAINAN – Aliansi Peduli Pessel (APP) melakukan aksi penggalangan dana untuk korban kerusuhan di Wamena, Papua. Pengumpulan donasi tersebut dilakukan disejumlah titik sejak sepekan belakangan usai peristiwa berdarah yang terjadi beberapa waktu lalu di tanah Papua.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum APP Lisda Hendrajoni terlihat terjun langsung bersama masyarakat dan mahasiswa UNP, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Siguntur (IPERMAS), Komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI), All Bikers, untuk melakukan penggalangan dana tersebut, Minggu (6/10).

Istri Bupati Pessel yang baru saja dilantik sebagai anggota DPR RI pada 1 Oktober 2019 kemarin, terlihat tak sungkan berdiri bersama kerumunan mahasiswa sembari menenteng kotak sumbangan dijalanan. Senyumnya yang tulus terlihat tak asing bagi sejumlah pengendara yang lewat. “Bunda Lisda masih terlihat aktif seperti dulu, ya. Meski beliau sekarang sudah menyandang status sebagai pejabat negara,” ujar Irwando pemuda setempat.

Titik kumpul yang menjadi pusat penggalangan dana adalah di Batas Kota Padang dengan Kabupaten Pesisir Selatan, tepatnya di gapura selamat datang di Negeri Sejuta Pesona. Lisda Hendrajoni terlihat ikut berbaur bersama mahasiswa, pemuda dari berbagai club motor sembari menyodorkan kotak sumbangan kepada pengendara yang lewat di jalan raya lintas Padang-Painan.

Kepada wartawan Lisda mengatakan, APP merupakan organisasi sosial yang tergabung dari banyak unsur. Pada momen sebelumnya APP juga aktif melakukan penggalangan dana hingga sempat mendatangkan artis Ibu kota dan luar Indonesia agar kegiatan tersebut sukses berjalan.

BACA JUGA:  3000 Lansia  Dharmasraya Bakal Terima Bantuan Sosial

“Hingga kini laporan yang masuk ke pihak kita sumbangan sudah terkumpul mencapai puluhan juta rupiah. Berasal dari masyarakat, PKK, Dharma Wanita, ASN Pemkab Pessel, komunitas, dan sebagainya. Besok kita hitung berapa totalnya. Mudah-mudahan dapat meringankan beban saudara kita yang sedang mendapat musibah di Wamena,” tuturnya.

Sebelumnya, Fahmi Yuhendra selaku ketua koordinator APP menyebutkan, kepedulian terhadap warga Pessel yang berada di pengungsian akibat konflik yang terjadi di Wamena, Papua, sudah menjadi keharusan bagi masyarakat yang berada di kampung halaman untuk membantunya. “Melihat kondisi yang dialami oleh saudara perantau Pessel yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, mereka sangat membutuhkan bantuan kita bersama,” ujarnya.

Fahmi menuturkan, pasca kerusuhan tersebut sejumlah perantau Pessel yang berada di Wamena tidak memiliki apa-apa. Seluruh harta benda ludes terbakar. Bahkan korban nyawa pun tak dapat dihindari. “Informasi yang kami terima, semua harta yang didapatkan selama merantau disana habis terbakar bersama dengan rumah dan ruko tempat berdagang. Bahkan sebagian dari warga kita meninggal dunia dikarenakan tidak sempat menyelamatkan diri,” katanya lagi.

Ia menambahkan, sebagian besar perantau Pessel sudah berada di kampung halaman, namun sebagian lagi masih berada di Wamena, Papua. Mereka menyatakan diri untuk pulang ke tanah kelahiran.  “Ya, karena mereka tidak memiliki uang lagi, sehingga perlu kita lakukan penggalangan dana untuk saudara kita di Wamena,” tuturnya.

Dijelaskan, melalui upaya yang dilakukan APP di kantor Bupati Pessel saat apel gabungan pada, Senin (30/9) pihaknya berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar Rp9.533.000.   “Aksi solidaritas ini bakal dilanjutkan hingga tingkat nagari, kecamatan dan sekolah-sekolah. Kami berharap aksi sosial ini mendapat dukungan dari semua pihak,” katanya mengakhiri.

BACA JUGA:  Persita Tanjung, Juarai Trofeo Legend U-40 Sijunjung

Reporter: Okis Rockin

Editor    : Melatisan

Loading...
loading...