PBM Dirumahkan Karena Corona, Siswa Keluyuran di Pessel Bakal Ditindak Satpol PP

89
Sejumlah personil Pol PP Kabupaten Pesisir Selatan saat melakukan sosialisasi kepada siswa di sejumlah titik lokasi di Pesisir Selatan.
Sejumlah personil Pol PP Kabupaten Pesisir Selatan saat melakukan sosialisasi kepada siswa di sejumlah titik lokasi di Pesisir Selatan.

Beritanda1.com –Pemerintah ¬†Kabupaten Pesisir Selatan, mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan proses belajar mengajar (PBM) siswa di sekolah selama dua pekan guna mengantisipasi paparan virus Corona di daerah tersebut.

Menindaklanjuti itu, Satpol PP setempat bakal rutin melakukan razia di seluruh kecamatan agar para siswa tidak keluyuran di tempat-tempat keramaian atau fasilitas umum lainnya.

“Untuk giat saat ini, kami fokus melakukan pemantauan dan penertiban sesuai instruksi bupati nomor: 420/518/DPK-Set.01/2020 termasuk siswa SLTA sederajat,” ujar Kasat Pol PP dan Damkar Pessel, Dailipal di Painan, Sabtu (21/3).

Ia menyebutkan, sejak surat edaran itu efektif diberlakukan pada 20 Maret hingga 2 April 2020, pihaknya mengaku bakal rutin melakukan razia dengan menurunkan 3 regu personil sebanyak 45 orang dan membagi menjadi tiga wilayah sasaran.

“Ya, masing-masing personil kami berjumlah 15 orang. Untuk wilayah utara yakni, Kecamatan Tarusan, Bayang, Bayu, IV Jurai, dan Batangkapas. Untuk wilayah tengah, Kecamatan Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, dan Linggosaribaganti. Sementara wilayah selatan adalah Kecamatan Air Pura, Pancung Soal, Basa Ampek Balai Tapan, Rahul Tapan, Lunang, dan Silaut,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Trantibum Asril mengatakan, razia yang digelar saat itu lebih bersifat persuasif dan sosialisasi terkait surat edaran yang dikeluarkan Bupati Pessel Hendrajoni. Ia mengaku, belum tentu semua pihak bakal memahami surat edaran tersebut dengan baik.

“Makanya tadi kami melakukan patroli, menyisir sejumlah tempat untuk mencari anak-anak yang masih sekolah dan melakukan himbauan agar menghindari keramaian dan tempat-tempat umum lainnya,” ucapnya.

BACA JUGA:  Butuh Rp 70 Miliar, Jalan Alternatif Pasar Baru-Alahan Panjang Solok Rampung 2021

Ia menuturkan, memang masih ada pelajar yang kedapatan di sejumlah tempat keramaian tanpa didampingi orangtua, namun langsung diminta untuk pulang ke rumah.

“Kami akui masih ada sejumlah sekolah yg belum melaksanakan instruksi bupati tersebut, dan ada pula yg baru menerapkannya sekarang. Terhadap pelajar yang terjaring telah kami berikan arahan dan pembinaan. Sementara dilapangan, kami juga berkoordinasi dengan Babinsa, Babinkamtibmas, pihak sekolah dan pemerintah kecamatan setempat. Mudah-mudahan besok sudah tidak adalagi yang keluyuran,” ujarnya.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

 

Facebook Comments

loading...