Pasca Musibah Tambang Solsel, Mario Syahjohan Desak Pengawas ESDM Lakukan Investigasi

Mario
Mario Syahjohan

Beritanda1 Pasca meninggalnya sembilan penambang emas di Solok Selatan (Solsel), Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Mario Syahjohan, mendesak inspektur pengawas tambang dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan investigasi lapangan,

“Kami di Komisi IV ikut prihatin dan berduka cita atas meninggalnya sembilan warga Solsel yang tertimbun material longsoran saat melakukan penambangan emas secara tradisional. Kita juga mendesak inspektur pengawas tambang dan Dinas ESDM Sumbar melakukan investigasi lapangan,” kata Mario, Minggu (9/4/2020).

Agar kejadian serupa tidak terulang dan menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak, pihaknya menilai perlu adanya semacam pengawasan dari semua stakeholder terkait.

“Harus ada pengawasan apalagi menyangkut nyawa orang. Disisi lain, kita juga tidak bisa pungkiri pekerjaan menambang tradisional dilakukan untuk mencukupi kebutuhan dasar. Namun faktor keselamatan juga diperhatikan,” ulasnya.

Pihaknya, menilai warga terpaksa melakukan kegiatan penambangan emas ilegal dikarenakan dampak dari wabah Covid-19. Dimana, untuk mencukupi kebutuhan ekonomi.

“Karena ini dampak Covid-19, kami desak Pemkab dan Pemprov Sumbar agar segera memberikan bantuan tanggap darurat untuk semua masyarakat terdampak di Sumbar,” katanya.

Disisi lain, pihaknya menyarankan supaya Pemkab Solsel bisa mengusulkan Ijin Pertambang Rakyat (IPR) ke Pemprov Sumbar, supaya kegiatan penambangan bisa legal.

“Sehingga kesejahteraan masyarakat melalui IPR bisa difokuskan terhadap keselamatan kerja. Kami di Komisi IV mendukung nantinya,” sebutnya.

Reporter: Jefli Bridge

Editor    : Melatisan

Facebook Comments

BACA JUGA:  Pasaman Zero Corona, Semua Pasien Positif Covid-19 Sembuh
loading...