Pasar Raya Solok Ditutup, Pemko Fungsikan Pasar Syari’ah Abdurrahman Bin Auf

Solok
Wali Kota Solok Zul Elfian bersama wawako Reinier bermusyawarah dengan OPD terkait dalam penataan pedagang yang datang ke Pasar Syari'ah Abdurrahman bin Auf, Sabtu (02/05) pagi.

Beritanda1 –Menyusul dilakukannya penutupan Pasar Raya Solok selama dua hari kedepan untuk proses steriliasi dari penyebaran virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kota (Pemko) Solok mulai memfungsikan pasar Syari’ah Aburrahman Bin Auf di kawasan terminal Bareh Solok sebagai pusat penjualan kebutuhan pokok dan pangan masyarakat, Sabtu (02/05).

 

“Sejak Jum’at (01/05) kemaren, jalan lingkar Koto Panjang di Pasar Raya Solok memang kita  tutup dan kita sterilkan. Karena kami memang khawatir adanya penyebaran virus Covid-19, menyusul adanya kejadian beberapa hari belakangan,” kata Wali Kota Solok H. Zul Elfian, SH, M.Si kepada Beritanda1.com, Sabtu (02/04) pagi.

Bereh Solok
Wali Kota Solok Zul Elfian berdialog dengan pedagang di Pasar Syari’ah Abdurrahman bin Auf, Sabtu (02/05)

Wako menyebutkan, selama proses penutupan pasar raya tersebut, petugas akan melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan selama dua hari, guna mengantisipasi penyebaran virus Corona di pusat perbelanjaan urang Solok tersebut.

“Penutupan pasar tersebut, tentunya akan menimbulkan masalah baru, karena di mana masyarakat akan membeli kebutuhan pokok dan pangannya.  Alhamdulillah, kita sudah punya pasar yang siap pakai untuk menampung para pedagang dan pembeli di kawasan pasar pagi terminal bareh Solok ini,” beber Zul Elfian.

Pantauan di lapangan, para pedagang sudah mulai datang ke lokasi pasar syari’ah tersebut untuk menjual berbagai kebutuhan pokok. Bengunan utama bercat putih di depan jalinsum tersebut menjadi pusat penjualan pangan seperti Ikan, daging dan sayur. Banguan tersebut juga dilengkapi dengan instalasi air bersih dan sirkulasi udara yang memadai, sehingga menimbulkan kesan nyaman dan hygienis.

Pasar Solok
Los Pasar Daging dan kebutuhan pangan lainnya di Pasar Syari’ah Abdurrahman bin Auf mulai ditempati pedagang

Sementara di bagian belakang di samping pasar pagi, juga berdiri dua gedung lainnya yang juga dilengkapi dengan los dan petak pedagang. Wali Kota Zul Elfian bersama sejumlah kepala OPD terkait terlihat sudah datang sejak pagi memantau aktifitas pedagang.

BACA JUGA:  Pertengahan Mei 2020, Angka Covid-19 di Sumbar Diprediksi Mencapai 350 orang

“Pedagang sudah banyak yang datang, dan ini yang kita data, agar mereka menempati tempat yang telah disediakan. Selama ini mereka berjualan di jalan sehingga jauh dari kesan hygienis. Mudah-mudahan masyarakat kita bisa difasilitasi dengan baik,” kata Zul Elfian.

Ia menyebutkan, sesuai dengan perhitungan, kapasaitas yang dimiliki pasar Syari’ah Abdurrahman Bin Auf tersebut dinilai cukup untuk menampung pedagang kebutuhan harian yang selama ini berjualan di kawasan jalan lingkar Koto Panjang.

“Pasar ini akan kita pakai seterusnya, khusus untuk penjual ikan dan daging, berarti ada dua lokasi. Di sini dan di pasar raya Solok. Yang kita pindahkan ke sini adalah mereka yang selama ini berjualan di jalan lingkar tersebut,” ungkapnya.

Reporter: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...