Beranda Covid-19 Pasaman Berlakukan Belajar Tatap Muka, Bupati Benny Utama Kunjungi Sejumlah Sekolah

Pasaman Berlakukan Belajar Tatap Muka, Bupati Benny Utama Kunjungi Sejumlah Sekolah

Pasaman
Bupati Pasaman, Benny Utama saat tinjau belajar tatap muka di sekolah, Senin (30/8/2021)

Beritanda1 – Tatkala daerah lain masih tertahan di level tiga, bahkan sebagian masih merah atau level 4, namun Kabupaten Pasaman berhasil keluar dan menjadi satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang berada di level Dua, alias zona kuning dalam situasi pandemi berdasarkan assesment Kementerian RI.

Dengan status resiko rendah ini, Bupati  Benny Utama sejak pekan lalu telah mengeluarkan kebijakan belajar tatap muka bagi seluruh sekolah-sekolah di Kabupaten Pasaman.

” Sejak keluarnya Instruksi Mendagri nomor 37 tahun 2021, tertanggal 23 Agustus 2021, Pasaman termasuk daerah PPKM level dua, dengan tingkat resiko rendah. Dan kita sudah izinkan anak-anak kembali belajar tatap muka,” ujar Bupati Pasaman Benny Utama, ketika meninjau pelaksanaan belajar tatap muka di beberapa sekolah di Lubuksikaping, Senin (30/8/2021).

Namun dijelaskannya, pelaksanaan belajar tatap muka ini belum permanen berlaku dan masih akan terus dievaluasi dan diawasi secara ketat.

“Kita lihat dulu sejauh mana resikonya. Jika tidak berdampak terhadap pandemi Covid-19, maka akan tetap kita lanjutkan,” sebut Benny Utama.

Dari dialog dan tanya jawab bupati dengan siswa SD, SMP dan SMA, semua siswa  mengatakan senang belajar di sekolah bersama guru mereka, disbanding belajar daring di rumah.

Dalam kunjungan ke sekolah, bupati Pasaman juga berkesempatan mensosialisasikan wabah pandemi Covid-19 dan kewajiban menerapkan protokol kesehatan di sekolah dan di lingkungan tempat tinggal.

Di sekolah-sekolah yang dikunjungi, Benny Utama mengingatkan kepada pihak sekolah untuk menegakan aturan protokoler Kesehatan Covid-19 dengan ketat.

“Boleh sekolah, tapi jalankan protokol kesehatan 3 M. Mencuci tangan, Menjaga jarak dan Memakai masker, serta lengkapi thermo gun di gerbang sekolah untuk mengukur suhu tubuh setiap peserta didik dan majelis guru yang datang ke sekolah,” pesan Bupati.

BACA JUGA:  MKKS SMP Salurkan Bantuan Untuk 2 Siswi Korban Kebakaran di Kotobaru Solok

Dalam kunjungan  ke sekolah tingkat SD, SMP dan SMA, bupati  Benny Utama beserta kepala Dinas Pendidikan dan Kadis Pol PP Damkar, mendapati suasana belajar di kelas sudah sesuai prokes, termasuk sarana cuci tangan di setiap depan kelas, alat thermogun di pintu masuk sekolah, serta seluruh peserta didik dan guru yang bermasker.

Menurut Kepala Sekolah SMP 3 Lubuk Sikaping, Hasyim, jam belajar di bagi dua kelompok dalam shift. Sehingga jarak duduk dalam kelas bisa diatur, dan tidak membolehkan anak-anak berkerumun.

Reporter: MA

Artikel sebelumyaDodi Hendra Akhirnya Diberhentikan Sebagai Ketua DPRD Kab. Solok, Lucki Efendi Dipercaya Sebagai Pelaksana Tugas
Artikel berikutnyaPengurus KAN Tiga Nagari di Latina Kukuhkan Walikota Payakumbuh