Ovi Sanggar Diana, Pejuang Rumah Tahfiz yang Diumrohkan Bupati Hendrajoni

Ovi Sanggar Diana, pembina sekaligus pemilik Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan.

PAINAN—Perjuangan  keras disertai niat yang tulus, akhirnya mengantarkan Ovi Sanggar Diana selaku pemilik Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan, berangkat umroh ke tanah suci Makkah. Betapa tidak, berkat kegigihannya mendirikan Rumah Tahfidz Al-Quran di Tapan, perempuan kelahiran 7 November 1986 ini, mendapat respon positif dan apresiasi dari Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni.

“Ya, nanti kamu berangkat umroh pakai uang pribadi saya. Bukan uang APBD. Silahkan urus segala persyaratannya,” kata Bupati Hendrajoni kepada Ovi saat menghadiri peletakan batu pertama Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan, di Nagari Koto Anau Tapan, Kecamatan Basa IV Balai Tapan, Selasa (16/7).

Sebagai penggagas sekaligus pembina, ia berkeinginan kuat menjadikan anak-anak di daerah setempat, pecinta dan penghafal al’quran. Tujuannya agar mampu melahirkan pemimpin yang islami dan berahklak mulia ditengah gempuran teknologi digital dewasa ini. ” Prinsip kami untuk menjadikan pelajar hari ini pemimpin masa depan, student today leader tomorow,” katanya.

Ia bercerita, awal mula rencana mendirikan Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan, kurang mendapat respon dari masyarakat sekitar. Bahkan, ada yang menganggap keinginan tersebut bakal sia-sia. Sebab, warga menilai anak muda zaman sekarang hobinya lebih suka main game dan hura-hura tak menentu.

Namun, berkat kegigihannya, proses demi proses mulai berlanjut. Bahkan, uang tabungan Rp. 10 juta yang rencananya dipakai untuk berangkat umroh, ia gunakan membeli perlengkapan belajar mengajar para santri di Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan, yang sebelumnya sudah diresmikan oleh Ketua TP-PKK Pessel Lisda Hendrajoni, pada Senin, 30 Juli 2018 di Nagari Pasar Tapan, Kecamatan Basa IV Balai.

Sekitar 2 bulan berjalan, lanjut dia,  Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan hanya memiliki 60 orang santri dan 5 orang tenaga pengajar. Proses demi proses terus berjalan, segala upaya dan lobi-lobi terus dilakukan untuk mematahkan paradigma masyarakat bahwa anak muda milenial hanya hobi main game dan hura-hura, tidak ada waktu baca Al-Quran.

BACA JUGA:  Bupati Gusmal: Camat dan Wali Nagari Jangan Tinggalkan Daerah Pada Malam Pergantian Tahun Baru

Seiring berjalannya waktu, Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan semakin diminati. Keinginannya untuk menjadikan anak-anak muda sekitar cinta Al-Quran bak Gayung Bersambut. Masyarakat merespon positif dengan mengantarkan anak-anak mereka belajar sesuai harapan agar menjadi pemuda yang cinta Al-Quran serta berahklak mulia.

“Alhamdulillah, sekarang respon masyarakat dan teman-teman cukup bagus. Kami sudah memilki santri sebanyak 300 orang. Mereka ada yang berumur 4 tahun, SD, SMP, SMA. Disini kami menerapkan sistem ajar one day one juz. Artinya para santri membaca satu juz perhari dan menghafal minimal satu ayat sehari. Tujuannya agar mereka termotivasi dan mudah menghafal ayat tersebut,” kata perempuan yang juga pernah mengenyam pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ini.

Melihat perkembangan yang terus berlanjut, keinginan perempuan 2 anak ini tak cukup sampai disitu saja. Bahkan, ia bertekad untuk mendirikan Rumah Tahfidz Al-Quran yang baru, kendati saat itu tidak ada modal untuk membangun. Segala lobi-lobi dan proposal terus dijalankan agar harapan tersebut dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

“Barakallah, Allah tidak tidur. Bapak H.Sapriman rela mewakafkan tanahnya untuk pembangunan Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan. Bahkan, beliau juga berencana mendirikan Musallah yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Beliau sendiri yang akan membangun. Masya Allah. Sehat selalu pak haji,” katanya penuh syukur.

Sesuai rencana, lanjut dia, pembangunan Rumah Tahfidz Al-Quran Habibah Tapan, akan dijadikan sebanyak 5 lokal. Ia berharap seluruh pihak mulai dari tingkat nagari, kecamatan, hingga kabupaten mendukung penuh pembangunan tersebut, agar proses belajar para santri dapat terlaksana sebagaimana mestinya.

“Biar semi permanen, yang penting para santri bisa belajar. Kami mohon bantuan agar kegiatan ini cepat selesai. Saat ini, ada sekitar 230 sak semen bantuan dari masyarakat dan donatur, sementara dana yang terkumpul sebesar Rp25 juta dari kabupaten. Semoga saja bantuan ini terus mengalir,” ujarnya penuh harap.

BACA JUGA:  Libur Idul Adha 1440 H, Situs Rumah Gadang Mande Rubiah Ramai Dikunjungi

 

Reporter : OKIS ROCKIN

Editor : MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...