Beranda Birokrasi Nurnisma Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Keluarga Tahun 2021 di Kota Solok

Nurnisma Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Keluarga Tahun 2021 di Kota Solok

Nurnisma
Ketua DPRD Kota Solok Hj. Nurnisma, SH saat menerima kunjungan tim pendataan keluarga 2021 dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solok ke rumah dinasnya, Jum’at (23 April 2021).

Beritanda1—Ketua DPRD Kota Solok Hj Nurnisma,SH mengajak masyarakat di daerah itu untuk mendukukung program pemerintah melalui program pendataan keluarga 2021. 

Hal itu diungkapkan Nurnisma, saat didatangi kader pendata dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solok ke rumah dinasnya, Jum’at (23 April 2021).

Ketua DPRD Kota Solok,Hj Nurnisma,SH menegaskan, ia sangat mendukung dalam mensukseskan pendataan keluarga tahun 2021. Pendataan keluarga jelasnya, merupakan hal yang berbeda dari sensus penduduk.

Nurnisma menjelaskan, tujuan kegiatannya juga berbeda.  Pada sensus penduduk bertujuan mengetahui jumlah, komposisi dan karakteristik penduduk. Sedangkan tujuan pendataan keluarga tahun 2021 adalah untuk mengetahui kondisi keluarga yang akan digunakan untuk perencanaan, intervensi program bangga kencana.

“Mengingat saat ini dalam masa pandemi Covid-19, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Program ini akan dilaksanakan selama dua bulan ke depan,” kata Nurnisma.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solok dr. Muhammad Effendy yang turut mendampingi petugas pendataan mengatakan, petugas pendataan akan mengumpulkan data terkait dengan kependudukan, data Keluarga Berencana dan data tentang pembangunan keluarga.

Pendataan Keluarga 2021 adalah kegiatan pengumpulan data-data terkait pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana, dan anggota keluarga. Pendataan ini dilakukan DPPKB bersama dengan tenaga dari masyarakat, melalui kunjungan dari rumah ke rumah.

“Selama ini, DPPKB rutin menggelar pendataan keluarga secara serentak setiap 5 tahun sekali,”katanya.

Hasil Pendataan Keluarga 2021 akan jadi dasar kebijakan pemerintah yang juga menargetkan program ini ke depan akan membantu proses pembentukan “Satu Data Keluarga Indonesia.” Tahun ini, program Pendataan Keluarga 2021 dilaksanakan selama 2 bulan, yakni pada periode 1 April sampai 31 Mei mendatang.

BACA JUGA:  Gawat, Angka Penderita HIV di Kabupaten Solok Meningkat Menjadi 77 Kasus

Ia menerangkan, ada dua jenis keluarga sasaran dalam pendataan tersebut. Pertama adalah keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan anak, atau orang tua tungga beserta anaknya.

Kedua, keluarga khusus atau mereka yang tak sesuai definisi keluarga dalam UU Nomor 52 Tahun 2009, tapi memiliki hubungan kekerabatan. Misalnya, keluarga yang terdiri atas kakak-adik tanpa orang tua, atau kakek/nenek bersama cucunya, atau yang berstatus seorang diri.

“Pada program ini, DPPKB mengerahkan petugas pengumpul data yang terdiri dari unsur pemerintah dan masyarakat, yakni Petugas Lini KB dan Kader Keluarga Berencana terlatih yang berasal dari Lingkungan RT/RW tempat keluarga tinggal,”ujarnya.

Reporter: Wahyu Haryadi