Nosa Ekananda: Kader PKS Kab. Solok Siap Bertarung di Pilkada 2020

278
Nosa Ekananda (dok. pribadi)

AROSUKA – Menyongsong agenda politik local untuk melakukan serangkaian  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 mendatang, DPD PKS Kabupaten Solok dipastikan mempunyai target agar Kader PKS mampu menjadi Bupati Solok, atau Wakil Bupati Solok. Menurut Ketua DPD PKS Kab. Solok Nosa Ekananda S.Pd, semua nanti tergantung  dinamika Politik beberapa bulan mendatang. “ Termasuk pilihan terakhir adalah mengusung Kandidat lain non Kader PKS. Artinya PKS akan terjun mensukseskan perhelatan Pilkada 2020 di Kab. Solok,” tegas Nosa.

Menurut dia, kalau Kader PKS memungkinkan dengan pasangan Partai lain untuk menang, popularitas dan elektabilitas calon  dari PKS sangat mumpuni, kenapa tidak. Karena dalam Perpolitikan, inilah jalan bagi Kader-kader Partai, wujud kontribusi nyata untuk Daerah, Negara dan Bangsa.

Nosa yang juga anggota DPRD Kab. Solok tiga periode mengungkapkan, salahsatu modal yang sudah disiapkan PKS jauh-jauh hari, selain kursi DPRD Pemilu 2019 sebanyak 4 kursi dan lonjakan suara signifikan, sejak awal di PKS sudah sering melaksanakan SKP (Sekolah Kepemimpinan Partai). SKP ini harus diikuti oleh Pengurus Partai, Kader dan Anggota DPRD Kota/ Kabupaten, Provinsi serta anggota DPR-RI. “ SKP inilah salahsatu Ruang Pembelajaran agar Kader PKS supaya paham tata kelola Pemerintahan dan kemasyarakatan. Sehingga ketika peluang ada, mereka sudah siap. SKP dilaksanakan secara bergelombang oleh Pengurus satu tingkat diatasnya,” beber Nosa Ekananda kepada beritanda1.com, Sabtu (20/7)

BACA JUGA:  Kembangkan Inovasi, KUBE Didorong Menciptakan Peluang Usaha

Terkait persiapan menjelang Pilkada, ketua DPD PKS Kab. Solok itu mengaku secara tim sudah bersilaturahim dengan beberapa kandidat, diantaranya Bapak Desra, Yulfadri Nurdin, Agus Syahdeman. Tim kandidat lain pun, sudah menghubungi PKS untuk bertemu, diantaranya Tim Bapak Iriadi, Zul Elfian. Termasuk. tim PKS pun sudah juga berinisiatif menghubungi Bapak Novi Candra, anggota DPD RI yang sejak awal sudah siap maju pada Pilkada Kab. Solok dengan tidak maju lagi pada pemilihan legislatif 2019 lampau. “ Artinya kami PKS sangat terbuka dengan siapapun untuk bersilaturahim dan membicarakan Pilkada 2020. Untuk Kabupaten Solok kedepan yang lebih baik, tidak ada pengecualian,” paparnya bersemangat.

Menelisik tentang siapa yang diusung PKS dari internal partai, Nosa mengaku ada mekanisme di PKS. Sebelum Partai memutuskan siapa yang akan diusung, dia mengaku ada namanya melaksanakan Pemilu Internal, menjaring aspirasi semua Kader PKS, Pengurus PKS dari semua level baik DPD, DPC dan DPRa (Nagari). Ini adalah wujud bahwa PKS membutuhkan aspirasi Kader sebagai bahan pertimbangan, Kader tidak saja dilibatkan buat kerja-kerja lapangan, tetapi juga untuk bahan sebelum mengambil kebijakan strategis, seperti Pilkada.

Dikatakan, sejak bulan Juli 2019 ini, PKS Kab. Solok  sudah memulai tahapan tersebut. Hasilnya nanti akan diserahkan ke DPW dan DPP. Siapapun nanti yang diputuskan oleh Partai pasti tidak asal memutuskan. Semua sudah mengkaji segala sisi, baik popularitas, elektabilitas dan kapasitas. Nama-nama tersebut tidak saja yang berdomisili di Kabupaten Solok, tapi juga di luar Solok.

Diantara nama-nama Kader PKS yang muncul saat ini, diantaranya adalah Bapak DR. Adli asal Gantung Ciri, Kamrizal, Lc., MA asal Koto Baru, Olfa Yonson, SE asal Sungai Janiah, Alfatmi asal Sumani, DR. Ghazali asal Saok Laweh, termasuk Anggota DPRD terpilih Pileg 2019 yang siap ditugaskan oleh PKS untuk bertarung di Pilkada 2020 yaitu Bapak Drs. Nazar Bakri, Nosa Ekananda, S.Pd, Yusferdizen, dan Harry Pawestrie.

BACA JUGA:  Ikuti Polling Bakal Calon Walikota Solok Pilkada 2020, Vote Calon Pilihan Anda

Terkait sikap dan kesiapan Ketua DPD PKS Kabupaten Solok sendiri, Nosa Ekananda mengaku memang ada dan sudah diminta secara personal oleh beberapa kandidat dan tokoh masyarakat untuk maju dan berpasangan dengan mereka.” Tapi karena saya adalah Kader Partai dan Ketua Partai, maka saya hanya menunggu dan akan patuh dengan Keputusan Partai. Mekanisme Partai sudah ada, tinggal melaksanakan mekanisme Partai saja,” paparnya kalem.

Anggota DPRD 3 periode yang suara pribadinya setiap Pileg terus naik, memastikan kalau akhirnya diminta maju, walaupun harus mundur dari DPRD, dirinya mengku siap. Atau kalau akhirnya diminta tidak maju dalam Pilkada, maka dirinya akan all out untuk memenangkan Kandidat lain yang telah diputuskan oleh Partai.” Karena ini adalah soal amanah, berat tanggungjawabnya, dunia akhirat. Maka sebaik-baik amanah jangan diminta-minta.”pungkas Nosa Ekananda.

Reporter : Malin Marajo

 

Loading...
loading...