Nofi Candra

248

SOLOK – Sebuah testimoni bagus tertampang sebagai status anyar pada linimasa akun facebook Ukma Elsa Dias, sungguh sangat memotivasi siapapun yang sedang berjuang mewujudkan sesuatu yang baru.

Meski untaian kalimat manis tersebut sengaja diarahkan kepada mantan anggota DPD RI H. Nofi Candra yang akan berjuang dengan nawaitu yang jernih, namun daya lecutnya mampu menetralisir suasana politik menjelang dilaksanakan pesta demokrasi di pentas pemiliham Kepala Daerah.

Status Ukma Elsa Dias yang lebih mengedepankan pesan moral itu diurai lembut sebagai dorongam agar tetap konsisten dengan sikap, otentik dengan kepribadian dan istiqomah dalam perbuatan.

Tokoh muda Solok yang malang melintang sebagai praktisi masalah sosial itu menukilkan kalimat:

Saudaraku…

Seperti dulu kita diskusikan,menjadi tokoh politik itu seperti teks terbuka,siapapun pembaca berhak menafsirkan sesuai selera.

Mereka yang menafsirkan dengan negatif,santai saja.

Fokus lah pada mereka yang memberikan support.Bahkan kalaupun muncul “haters”, tak usah berkecil hati karena itu pertanda sisi baikmu belum terlihat.

Tetaplah otentik seperti biasanya krn bunga tidak mengkampanyekan harumnya.

Semoga Solok Baru betul betul terujud hendaknya.Aamiin.

Dus! menyengat. Relatif melankolis, namun menyentrum hingga sampai ke alam bawah sadar, bahwa perjuangan perlu idealisme.

Membaca narasi yang lahir dari lubuk hati seorang kawan ini, kita tertegun. Bahkan belum sampai sehari, testimoni Ukma mendapat respon diatas seratus tanda like dan komentar yang positif.

BACA JUGA:  Kunjungi Rusia , Fadli Zon dan NC Dorong Kerjasama Ekonomi dan Budaya

Dengan bahasa yang puitis untuk mendorong agar bagaimana seseorang menjadi lebih bijak menjalani hari-hari penuh tantangan, Ukma seakan memompa agar terus Nofi Candra menghidupkan “lampu” dengan tanpa pernah bertindak curang untuk mematikan lampu kawan. Terus bergerak dengan aroma sendiri untuk menebar keharuman .

Ukma Elsa Dias, tokoh muda yang kerap menjadi inspirasi dan mentor bagi banyak kalangan dari berbagai latar belakang disiplin ilmu itu, berupaya menyuluhi koleganya agar tetap bercahaya.

Nofi Candra dalam kaitan itu, dipandangnya sebagai politisi yang mampu menjadi pembaharu dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Ukma, begitu pengusaha yang berdomisili di Klaten itu disapa, mendorong agar bagaimana Nofi tetap menonjolkan kepribadian yang bersahaja, yang notabene menjadi kelebihannya sekaligus. ” Banyak kritik yang muncul ketika Nofi menyatakan maju di bursa Pemilihan Bupati Solok, sebenarnya itu merupakan celah untuk menanta diri menjadi lebih sempurna. Kritik bukan diabaikan, tetapi teruslah menonjolkan sisi positif yang dimiliki,” papar Ukma mencoba menerjemahkan opini publik.

Membaca kelebihan dari sosok Nofi Candra, Ukma Elsa Dias dengan tegas mengungkapkan tipikal seorang yang rendah hati, bersahaja dan bertindak tepat waktu. Nofi, menurutnya mampu menjadi pembeda dalam pergaulan dengan banyak kalangan. Kalau akhirnya dikaitkan dengan figur calon bupati Solok, Nofi diyakini mampu menjadi eksekutor dalam setiap program yang dikembangkan, tidak berada dalam tataran penjual konsep yang hanya menjadi pemanis dibibir.

Dengan visi yang jelas untuk mewujudkan Solok Baru, Nofi Candra pantas didorong untuk menggantikan posisi H. Gusmal di kamar nomor 1 rumah bagonjong Arosuka.

Nofi Candra, teruslah bergerak, menebar kebaikan. Tanpa mengabaikan kritikan sebagai alat introspeksi, tetaplah menebar kebaikan-kebaikan dengan inovasi dan kreatifitas seorang tokoh muda yang mampu menawarkan sesuatu yang baru dalam tata pemerintahan modern dengan menonjolkam sisi leadership dan enterpreneur yang matang.

BACA JUGA:  NC dan Fadli Zon Kembali Diskusi Potensi Sumbar

Reporter : Yulia Seroja Seinam

Loading...
loading...