Nasib 11 Nelayan yang Hilang Belum Jelas, Masyarakat Linggosaribaganti Gelar Do’a Bersama

60
Tim SAR terus meakukan upaya pencarian 11 nelayan Pessel yang hilang di perairan laut setempat.

PAINAN— Nasib 11 nelayan asal Airhaji, Kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, yang dikabarkan hilang di perairan laut setempat,  hingga kini masih belum jelas.

Camat Linggosaribaganti, Ahmad Hidayat, Jumat (7/2) menyebutkan, pihaknya masih berharap para korban bisa ditemukan dalam keadaan selamat, sehingga bisa berkumpul kembali bersama keluarga. Para nelayan yang dinyatakan hilang adalah asal Nagari Pasar Lama Air Haji, Air Haji Barat, Air Haji Tenggara, Muara Gadang Air Haji dan Pasar Bukit Air Haji.

“Pada Selasa (4/2), kami mengirimkan pesan WhatsApp secara berantai kepada Forkopimcam, KUA, Mubaligh dan seluruh pengurus Musalah/Masjid untuk menggelar doa bersama sesudah Salat Subuh. Harapannya, agar upaya pencarian di hari terakhir mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk keselamatan para nelayan yang hilang,” katanya.

Bahkan, hingga kini pihaknya tetap menghimbau jamaah pada masing-masing Masjid tetap mendoakan para korban agar segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Sebelumnya, memang ada wacana bakal menggelar Salat gaib. Namun, mengingat psikologi keluarga korban, akhirnya kami ganti dengan doa bersama. Sebab, status nelayan yang dikabarkan hilang belum jelas kondisinya hingga saat ini,” ucapnya lagi.

Pencarian Nelayan Hilang Asal Air Haji Dihentikan pada Rabu

Sebelumnya, upaya pencarian terhadap 11 nelayan asal Airhaji, Kecamatan Linggosari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, yang dikabarkan hilang di perairan laut setempat dihentikan pada, Rabu (5/2) sore.

BACA JUGA:  Tekan Angka Stunting, Miradelima Gencar Sosialisasi Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

Kasi Kedaruratan, BPBD Pesisir Selatan, Hasnul Karim mengatakan, pencarian dihentikan setelah 8 hari menyusuri laut setempat, tidak membuahkan hasil yang maksimal. “Sebenarnya SOP batas pencarian tim hanya sampai 7 hari. Namun, hingga hari ke 8 masih nihil. Akhirnya pencarian dihentikan dan tim sudah kembali ke pangkalan masing-masing,” ujarnya pada wartawan.

Ia mengatakan, selama 8 hari melakukan upaya pencarian, pihaknya mengaku tidak menemukan tanda-tanda korban. Bahkan, upaya yang dilakukan sudah berjalan maksimal. Selain melakukan penyisiran, tim juga melakukan penyelaman untuk mendeteksi keberadaan korban.

“Bahkan, kami juga sudah melakukan pemantauan di sejumlah pulau yang ada di perairan laut Air Haji. Namun, hasilnya tetap nihil,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap berharap agar keluarga korban tetap tabah dan berdoa terkait insiden tersebut. Sebab, merupakan musibah dari Allah SWT yang tidak dapat di tolak oleh siapapun juga. “Upaya maksimal sudah kami lakukan, namun yang maha kuasa belum memberikan petunjuk,” katanya lagi.

Bahkan, untuk pencarian hari ke 8 tersebut, merupakan intruksi dan arahan Deputi Operasi dan Siaga Kantor Pusat Basarnas dan Kepala Kantor SAR Padang, dengan menambah 1 hari pencarian. “Ya, tidak berbeda dengan pencarian sejak hari pertama, di awali dengan doa pencarian dimulai sejak pagi dan di akhiri tetap pukul 18.00 WIB,” ucapnya.

Ia mengaku, pergerakan dilapangan sesuai SAR MAP tim gabungan menggunakan sejumlah kapal mulai, RIB 02 Padang, KN Yudhistira, RIB 02 Mentawai. Bahkan, selama masa pencarian tim gabungan juga telah mengerahkan Helikopter. “Selama 2 hari Helikopter diturunkan, namun tidak juga membuahkan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Reporter: OKIS ROCKIN

Facebook Comments

Loading...
loading...