Beranda Daerah Nagari Lubuk Gadang Utara Akan Helat Festival Durian 2021, Ini Agendanya

Nagari Lubuk Gadang Utara Akan Helat Festival Durian 2021, Ini Agendanya

Lubuk Gadang Utara
Festival durian/Ilustrasi

Beritanda1–Pemerintahan Nagari Lubuk Gadang Utara di Kecamatan Sangir, Solok Selatan akan menghelat festival buah Durian yang dipusatkan di Jorong Koto Rambah. Festival ini rencanakan akan digelar selepas Idul Fitri, kisaran medio Mei – Juni 2021.

Pj. Walinagari Lubuk Gadang Utara, Joni Pardilo menyebutkan ide tersebut muncul ketika melakukan diskusi bersama Duta Petani Andalan Kementerian Pertanian, Attila Majidi Datuk Sibungsu.

“Potensi buah Durian cukup beragam di nagari Kami. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya ide festival dan kontes akan dihelat,” katanya, Rabu (3 Maret 2021).

Joni bahkan mengaku telah mengalokasikan anggaran dana desa sekitar Rp500 – Rp600 juta untuk mengembangkan daerah ekowisata pertanian di wilayahnya.

Iven tersebut kata dia akan dilaksanakan di Pulau Asmara Jorong Manggiu dan di Koto Rambah. “Dalam festival nantinya juga bakal ditampilkan seni tradisi dan atraksi budaya. Selain menikmati Durian dan melihat perkebunan, pengunjung juga disuguhi beragam atraksi,” ujarnya.

Pelaksanaan iven tersebut nantinya, diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan masyarakat.

“Untuk mempersiapkan festival, kami sudah melakukan dan membentuk kepanitiaan dengan melibatkan seluruh Wali Jorong dan anak nagari mileneal,” katanya.

Terpisah, Attila Majidi Datuk Sibungsu yang juga pemerhati pertanian mengatakan di Lubuk Gadang Utara berdasarkan data sementara lebih dua ribu batang Durian dengan 32 jenis buah Durian, terbanyak di Jorong Koto Rambah.

“Yang khas disini jenis Durian Tepi Lubang, durian Bulek dan durian Kunyik. Rencana dilaksanakan saat panen raya Durian sekitar pertengahan Mei – Juni 2021,” sebutnya.

Pihaknya menyadari potensi ekowisata pertanian di Lubuk Gadang Utara terutama buah Durian. “Kita nanti juga bakal melatih dan membantu masyarakat untuk mengolah aneka kuliner dari durian. Dodol durian, tempoyak dan jenis kuliner lainnya yang memiliki nilai ekonomis. Apalagi tempoyak, jenis makanan tradisional kudu dilestarikan jangan sampai punah,” bebernya.

BACA JUGA:  Anggota DPRD Sumbar, Benny Utama Bantu APD untuk Puskesmas di Pasaman

Terkait konsep festival Durian, menurut Attila cukup sederhana dengan mengangkat tema Pulang kampung makan Durian ditengah kebun karena bertepatan momen lebaran.

“Kita berupaya mengenalkan potensi ini. Nanti dalam iven dibuatkan saung-saung, sehingga pengunjung bisa menikmati durian dan aneka olahan durian. Dan menyaksikan hiburan atau atraksi seni tradisi budaya lokal,” lanjutnya.

Dia menambahkan, dalam kontes Durian nanti juga bisa diikuti oleh peserta se- Solsel dan pemenang diberikan hadiah menarik. “Kita libatkan juga penikmat durian sebagai juri nantinya,” tutupnya.

Reporter: Jefli Bridge

Artikel sebelumya1,3 Juta Lowongan CPNS Akan Dibuka Tahun Ini, Berikut Rinciannya
Artikel berikutnyaBergulir 21 Maret, Pembukaan Piala Menpora 2021 Dilaksanakan di Solo