Mulai 2020, AKN Pessel Tak Lagi Dibantu Kemenristek Dikti

5

PAINAN–Investasi dan bantuan penyelenggaraan operasional program Studi Akademi Komunitas Negeri Pesisir Selatan, hanya diberikan sampai 2019. Hal itu terungkap, menyusul surat keputusan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Nomor B/455/C4.2.2/KB.02.00/2019 tanggal 12 Maret 2019.

“Artinya pada 2020 AKN Pesisir Selatan tidak lagi mendapatkan bantuan dana operasinal dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” ujarS selaku Koordinator AKN-PNP Sumbar saat pembahasan keberlanjutan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pessel, bersama Koordinator Akademi Komunitas Negeri Politeknik Negeri Padang (AKN PNP), Provinsi Sumatra Barat, bersama Pemkab Pessel di Pandopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (10/9).

Pertemuan tersebut berlangsung di Pondopo Rumah Dinas Bupati. Hadir pada kesempatan itu, Bupati Hendrajoni, didampingi Kepala Bapeda Litbang, Yozki Wandri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Zulkifli, staf ahli Bupati Riko dan Rusdiyanto.

Sementara dari pihak AKN-PNP hadir pula Direktur Politeknik Negeri Padang Surfa Yondri, Koordinator Akademi Komunitas PNP Sarmiadi, serta sejumlah anggota Senat PNP.

“Jika Pemkab Pessel tidak memberikan dukungan dana pada AKN Pessel, maka dipastikan 2020 mendatang bakal tutup,” katanya lagi.

Kendati demikian, lanjut Sarmiadi, jika Pemkab Pessel bersedia membiayai dana operasional maka AKN Pesisir Selatan dapat dilanjutkan dengan status pengembangan kampus Politeknik Negeri Padang.

“Untuk 2019 AKN Pessel membutuhkan dana operasional Rp822 570 000. Sementara untuk 2020 mendatang dibutuhkan anggaran sebesar Rp1,1 miliar dan 2021 Rp1, 5 miliar,” ucapnya.

BACA JUGA:  Polres Solok Ringkus Sindikat Curanmor Spesialis L300 Lintas Provinsi

Sementara Bupati Pessel Hendrajoni mengatakan, permasalahan AKN Pesisir Selatan akan dibahas secara khusus dalam rapat internal dengan sejumlah kepala dinas terkait. Ia menyebutkan, ada beberapa hal krusial yang harus dikaji ulang, seperti masalah kewenangan.

“Apakah nanti boleh Pemerintah Kabupaten mengucurkan APBD untuk operasional AKN atau tidak. Selain itu, mampukah keuangan daerah membiayai operasional perguruan tinggi itu sampai mandiri,” tuturnya.

Disisi lain, kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sangat membutuhkan perguruan tinggi, dikarenakan hingga kini daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu belum memiliki perguruan tinggi negeri.

Padahal, pemerintah sudah membangun sejumlah sarana dan prasarana untuk mendukung mutu pendidikan daerah, termasuk asrama yang bakal dibangun tahun ini.

“Ya, sayang jika AKN di tutup, padahal sarana dan prasaran sudah mulai dilengkapi. Secara prinsip kami ingin AKN Pessel tetap ada, sepanjang itu tidak bertentangan dengan hukum,” ujarnya.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

Loading...
loading...