Mualaf Asal Sidempuan yang Terlantar di SPBU, Akhirnya di Selamatkan Wabup Limapuluh Kota

mualaf
Seorang mualaf bersama dua anaknya asal Padang Sidempuan sumatera Utara yang terlantar di SPBU Akabiluru dijeput Wakil Bupati Limapuluh Kota Ferizal Ridwan untuk dipindahkan sementara ke rumah dinasnya, Senin (24/5)

Beritanda1 – Mengaku takut untuk pulang dan tidak diakui sebagai keluarga di kampung halamannya, Padang Sidempuan, Sumatera Utara, seorang perempuan (21) terpaksa bertahan nginap di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Akabiluru di Kawasan Piladang, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.

Perempuan yang mengaku menjadi seorang mualaf sejak memutuskan masuk Islam itu, terkesan terlantar bersama dua anaknya selama dua hari di Kawasan Akabiluru.

Mengetahui adanya seorang mualaf bersama dua anaknya terlantar, praktis mengundang empati dari seorang petinggi di pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota. Ferizal Ridwan, wakil Bupati setempat mendadak terketuk hatinya untuk memindahkan perempuan mualaf tersebut ke rumah dinasnya, Senin (25/5).

“Sebagai aksi kemanusiaan, kita selamatkan dulu” kata Ferizal saat dihubungi, Senin malam.

Informasi terlantarnya ibu serta dua anak yang berumur 3 tahun dan 1,5 tahun itu, menurut Wabup Ferizal Ridwan, didapatkan dari personel Polsek Akabiluru.

“Setelah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota, kita coba membantu dan menolongnya,” kata dia.

Saat telah berada di rumah dinas, Wabup Limapuluh Kota lantas menanyai dan menggali informasi bagaimana ia bisa sampai di daerah itu.

Dari keterangan bersaugkutan, diakui dirinya bernama Novita Sari Warubu, beralamat di Desa Sayur Matinggi Kabupaten Sidempuan, Sumatera Utara.

Ia bisa sampai ke Sumatera Barat, karena awalnya berangkat dari Sidempuan bersama suami, mertua laki laki, serta membawa 2 orang anaknya dengan tujuan Sungai Kunyit, Kabupaten Solok, untuk dijanjikan pekerjaan oleh teman mertuanya.

SPBU
Setelah bertahan dua hari di SPBU Akabiluru, seorang mualaf bersama dua anaknya asal Padang Sidempuan diselamatkan Wabup Limpauluh Kota, Senin (24/5)

Setelah satu minggu di Sungai Kunyit, tidak juga mendapatkan kepastian pekerjaan. Karena tak kunjung ada kejelasan, ibu rumah tangga tersebut bertengkar dengan suaminya dan ditinggalkan begitu saja di Solok.

Di Solok, yang bersangkutan diantar oleh personil Polres Solok ke terminal Bukittinggi, namun ia tidak mau balik ke Sidempuan. Kemudian ia menumpang bus arah Payakumbuh dan diturunkan di SPBU milik PT. Kota Baru Cahaya Utama Akabiluru pada sore hari, hingga akhirnya menumpang istirahat di SPBU tersebut.

BACA JUGA:  Unik.. Reses di Dapil, Lisda Hendrajoni Camping Bersama Warga

Wabup Ferizal menjelaskan, pihaknya akan menyelamatkan ketiganya selama satu minggu ke depan, sambil mencari informasi dan kejelasan status ketiganya.

“Setelah adanya kejelasan, baru kita ambil langkah-langkah berikutnya. Diselamatkan disini atau dipulangkan ke kampung halamannya,” terang Wabup Limaluluh Kota.

Ia menambahkan, saat ini dirinya sedang berupaya melakukan komunikasi dengan pemerintah asalnya, yakni Padang Sidempuan, agar pemerintah setempat dapat mencari kebenaran informasi ketiganya.

Reporter : Diko Rahmad
Editor     : Melatisan

Facebook Comments

loading...