Miris, 2.782 UKM di Kabupaten Solok Merugi Selama Pandemi Covid-19

153
UKM
Eva Nasri Kadis Koperindag dan UKM kab. Solok

Beritanda1 —Sedikitnya, sebanyak 2.782 Usaha Kecil Menengah (UKM) di daerah itu merugi sebagai dampak dari Covid-19. Hal itu berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, perindustrian perdagangan dan UKM setempat selama masa Pandemi Covid-19 ini.

 

“Kami sudah mendata UKM yang terdampak usahanya karena COVID-19. Sekitar 2.782 UKM hampir rata terdampak, mulai dari UKM makanan olahan, kerajinan, jasa dan lainnya,” kata Kepala Dinas Koperindag dan UKM Kabupaten Solok Eva Nasri dia Arosuka, Selasa (12/05).

Menurutnya, hasil dari pendataan sudah disampaikan pada pihak yang terkait untuk dapat diberikan bantuan atau stimulus bagi UMKM yang terdampak COVID-19. “Termasuk kami sampaikan ke Kementrian Koperasi dan UKM, Kementrian Perdagangan serta kementrian perindustrian RI. Mudah-mudahan cepat turun bantuan untuk UMKM tersebut,” ujarnya.

Pihaknya mengusulkan berbagai metode bantuan untuk UKM berupa, Bantuan Langsung Tunai (BLT), sembako, termasuk kemudahan pembayaran atau penundaan pembayaran kredit KUR dengan perbankan. “Alhamdulillah kemudahan KUR sudah terealisasi, kami berharap pandemi Corona segera berlalu sehingga ekonomi masyarakat dapat hidup kembali,” ujarnya.

UKM Solok
Bupati Solok memotivasi pertumbuhan Produk UKM Pangan dan makanan olahan pada sebuah kesempatan

 

Sementara itu, salah satu UKM yang bergerak sebagai pengrajin Batik lokal di Koto Baru, Kabupaten Solok, Yusrizal mengatakan sangat sulit mendapat pesanan batik saat pandemi Corona ini. Pesanan batik tulis dan cetak hampir tidak ada.

Ia terpaksa meliburkan beberapa karyawan magang dan perajin untuk sementara waktu sejak 14 April 2020 hingga sesudah hari Idul Fitri nanti, agar tidak kesulitan memberi mereka upah.

BACA JUGA:  Tangkal Virus Corona, Rusdi Saleh Bantu PMI Kota Solok Alat Penyemprot Desinfektan

Menurutnya, masyarakat sekarang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, mereka lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok dari pada yang lainnya. “Tapi kami tetap produksi. Nanti akan dijadikan stok, mudah-mudahan setelah pandemi Corona selesai ekonomi menggiat kembali,” ujarnya.

Reporter: Wezi Rismanto

Editor: Malin Marajo

 

Facebook Comments

loading...