Meriah, Pawai HUT RI Ke 74 Nagari Kotobaru Tampilkan Beragam Keunikan

36
Politisi gagal KB, salah satu keunikan yang menyedot animo warga dalam pawai alegoris memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke 74 di nagari Kotobaru, Senin (19/8).

AROSUKA—Kemeriahan perayaan HUT kemerdekaan ke 74 RI di Nagari Kotobaru Kec. Kubung Kab. Solok begitu terasa. Serangkaian kegiatan pesta anak nagari digelar di nagari berpenduduk terpadat di Kabupaten Solok itu. Gegap gempita pesta rakyat mencapai puncaknya ketika pelaksanaan pawai alegoris yang digelar pada Senin (19/8).

Sejumlah keunikan yang sarat dengan pesan dan makna, ditampilkan untuk menyedot animo warga. Tingkah polah para peserta pawai tanpa sadar mengocok perut penonton, sehingga   terik mentari yang membakar ubun-ubun sedikitpun tak menyurutkan antusiasme warga nagari Kotobaru, untuk menyaksikan arak-arakan panjang pawai alegoris tingkat nagari yang digelar kali ke dua di nagari itu.

Diawali dari MAN 1 Solok pawai yang diikuti oleh seluruh jorong dan Sekolah di nagari tersebut berakhir di panggung kehormatan di komplek Tungku Tigo Sajarangan nagari Kotobaru. Masing-masing kontingen menampilkan cirikhas masing-masing. Mulai dari perjuangan pemuda pejuang merebut kemerdekaan, arak-arakan adat budaya tradisional hingga realita kondisi kekinian masyarakat.

Seperti tahun lalu, jorong Bukit Kili kembali tampil dengan keunikannya yang mengundang gelak tawa. Jika tahun lalu datuak maringgih kawin batambuah menjadi icon, tahun ini masih dengan aarah nan sama namun beda judul. Politisi gagal KB namanya. Seorang pria tua berkaca mata hitam dengan penampilan parlente lengkap dengan tiga istri dan anak yang banyak bak “rambai dihampehan”.

“Temanya Politisi (Poligami Tiga Istri) yang gagal KB. Maknanya punya banyak istri dan banyak anak kerap membuat anak tak terurus. Jadi makna berumah tangga tak melulu soal nafsu, tapi bagaimana memenuhi kebutuhan rumah tangga itu sendiri,” ujar Rizki Nofrizal ketua pemuda Bukik Kili.

BACA JUGA:  Pessel Masih Kekurangan Dokter Hewan

Pemuda jorong Simpang pun tak mau ketinggalan. Rombongan drumband dengan penampilan badut berpakaian daster perempuan pun mengundang gelak tawa. Urusan harmonisasi bunyi bukan ukuran, yang jelas meriah. Tak ayal, Ketua GOW kab. Solok Dahliar Yulfadri Nurdin, wali nagari Kotobaru Afrizal Khaidir, Kapolsek Kubung AKP Afdimon, Camat Kubung Ahpi Gusta Tusri  dan sejumlah tamu yang duduk di panggung kehormatan di depan balai adat nagari,  dibuat tertawa terbahak oleh atraksi pemuda kreatif ini.

Tak mau ketinggalan, jorong Bawah duku pun menampilkan keunikan. Rombongan yang dipimpin langsung oleh kepala jorong Desfi Yendra ini menampikan arak-arakan drumband dengan alat music barang bekas. Sementara jorong Simpang Sawah Baliak menampilkan arak-arakan alek kekah (aqiqah) dengan tema Talambek kekah dengan menampilkan anak kekah bersungut diiringi kaum bundo kanduang.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Semua peserta berusaha menampilkan yang terbaik dalam pawai alegoris ini. Rangkaian kegiatan ini ditutup nanti malam dengan resepsi dan pembagian hadiah pemenang lomba yang diadakan,” ucap Wali nagari Kotobaru Afrizal Khaidir.

Reporter: MALIN MARAJO

Loading...
loading...