Meresahkan, Ternak Liar di Pessel Diamankan Pol PP

Petugas Pol PP saat mengamankan sejumlah hewan ternak liar di jalur hijau Kota Painan.

PAINAN—Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar), Kabupaten Pesisir Selatan, kembali menertibkan ternak yang berkeliaran disejumlah titik Kota Painan, Kecamatan IV Jurai, Kamis (11/7). Penertiban itu dilakukan lantaran keberadaan ternak tersebut telah meresahkan dan mengganggu tanaman milik warga setempat.

Dalam operasi tersebut, sedikitnya 13 ekor Kambing dan 1 ekor Sapi diamankan pada tiga lokasi berbeda. 1 ekor Sapi betina diamankan di belakang Stadion Ilyas Yacub, sedangkan 13 ekor Kambing (8 induk dan 5 anak), ditertibkan di sekitar Jalan  Imam Bonjol dan Jalan Pemuda, Painan.

“operasi ini kami gelar atas pengaduan masyarakat yang resah dengan hewan ternak ini,” ujar kasat Pol PP dan Damkar Kab. Pesisir Selatan Dailipal, kepada wartawan di Painan.

Ia menjelaskan, sesuai Perda 01 tahun 2016 tentang ketentuan pemeliharaan ternak besar dan kecil, maka semua hewan ternak yang berkeliaran secara bebas tanpa digembalakan, maka dianggap liar dan dapat ditangkal oleh petugas terkait.

Ternak liar yang terjaring ini, selanjutnya dibawa ke Mako Pol PP. Bagi pemilik yang mau mengambil ternaknya, akan dikenakan biaya pemeliharaan serta menandatangani surat pernyataan sesuai Pasal 41 Perda 01 2016, yakni satu ekor Kambing dan sejenisnya akan dikenakan denda sebesar Rp100.000 per hari, kemudian Sapi dan sejenisnya akan dikenakan pula denda Rp250.000 per harinya.

Dailipal menyebutkan, jauh hari sebelumnya pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terkait larangan hewan ternak yang berkeliaran bebas di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu.

“Sebelumnya, pihak kami juga melakukan sosialisasi Perda 01 tahun 2016 kepada 33 pemilik ternak di Carocok Anau, khususnya yang sering dilepas liarkan di kawasan wisata Batu Kalang, Kecamatan Koto XI Tarusan,” tuturnya.

BACA JUGA:  Jam Malam di Kota Solok, Warga Masih Keluyuran

Setelah himbauan tersebut disampaikan, pihaknya bersama wali nagari dan dinas terkait lainnya akan melakukan pengawasan secara itensif. Bahkan, penertiban hewan ternak di daerah itu, tak hanya fokus di kawasan wisata saja. Namun, sejumlah jalur hijau dan fasilitas umum yang ada di Kota Painan tak luput dari pantauan petugas.

“Nantinya, prosedur lelang dan pembayaran denda hasil tangkapan ini akan diperkuat dengan peraturan bupati (Perbup). Saat ini, tengah kami bahas dengan pimpinan,” katanya menyudahi.

Reporter : OKIS ROCKIN

Editor : MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...