Beranda Sosial Budaya Menyoal Penertiban Hewan Ternak di Pessel, Dailipal: Kami Tetap Bekerja Ekstra

Menyoal Penertiban Hewan Ternak di Pessel, Dailipal: Kami Tetap Bekerja Ekstra

Trnak
Terlihat seekor Sapi dengan lahap memakan rumput di lokasi wisata Pantai Carocok Painan

Beritanda1 – Sejumlah kawanan ternak Sapi terlihat bebas berkeliaran memakan rumput di lokasi wisata Carocok Painan, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

 

Kenyataan itu menyiratkan masih lemahnya kesadaran masyarakat agar tidak melepas liarkan hewan ternak mereka, sehingga  menjadi sorotan oleh pengunjung dan masyarakat pedagang sekitar.

Ujang, salah seorang warga setempat mengatakan, Sapi yang berkeliaran bebas disepanjang jalan kota Painan, tentu sangat mengganggu kenyamanan masyarakat dan pengunjung. Selain mengundang kecelakaan dan mengganggu keindahan taman kota, kotorannya juga berserakan di jalan nasional.

Menurutnya, ternak yang sering berkeliaran bebas di sepanjang jalan utama kota Painan dan kawasan wisata, bukan saja ternak Sapi, tetapi juga ada ternak Kambing.

“Namun yang paling meresahkan itu adalah kawanan Sapi. Selain jumlahnya banyak, juga kerap mengundang kecelakaan pengendara. Bahkan, pengalaman menabrak Sapi di jalan raya sudah dua kali saya alami,” ucapnya lagi.

Hal senada dikatakan Isil (48), akibat menabrak Sapi di jalan raya, ia sempat dirawat selama 3 hari di RSUD setempat. Sementara, ketika pihak keluarga mencari siapa pemilik ternak tersebut, tidak ada yang mengaku.

“Akibat kejadian itu, jari kelingking sebelah kiri saya lecet dan susah untuk digerakan. Peristiwa ini sekitar 5 tahun yang lalu,” tuturnya berkisah.

Terkait masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak melepas liarkan ternak mereka di Kabupaten Pesisir Selatan,  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pesisir Selatan Dailipal mengaku, meski dibatasi anggaran, pihaknya harus bekerja ekstra dan tetap bekerja secara profesional menertibkan ternak Sapi yang dilepas liarkan ditengah pandemi Covid 19.

“Kami tetap bekerja seperti biasa. Jika ada laporan dari masyarakat terkait hewan ternak yang lepas, petugas tetap menyikapinya kelapangan dan mencari siapa pemiliknya. Jika sengaja dilepas liarkan, maka kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya ketika dihubungi, Minggu (21/6).

BACA JUGA:  Waduuh..Diduga Aniaya Seorang Gadis, Wali Nagari Muaro Aie Dilaporkan ke Polisi

Kendati demikian, pihaknya mengaku terkendala anggaran operasional di tengah merebaknya virus Corona. Sebab, seluruh anggaran tengah di fokuskan untuk penanganan Covid-19 di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona tersebut.

“Makanya kami tidak bisa melakukan operasi setiap hari. Selain dibatasi anggaran, petugas juga tengah fokus melakukan penanganan Covid-19. Namun, jika ada laporan, tetap kami tanggapi dengan baik,” jawabnya.

Diketahui, sesuai Perda 01 tahun 2016 tentang ketentuan pemeliharaan ternak besar dan kecil, maka semua hewan ternak yang berkeliaran secara bebas tanpa digembalakan, maka dianggap liar dan dapat ditangkal oleh petugas terkait.

Ternak liar yang terjaring tersebut, selanjutnya di bawa ke Mako Pol PP untuk proses lebih lanjut. Bagi pemilik yang mau mengambil ternaknya, maka dikenakan biaya pemeliharaan serta menandatangani surat pernyataan sesuai Pasal 41 Perda 01 2016, yakni satu ekor Kambing dan sejenisnya akan dikenakan denda sebesar Rp100.000 per hari, kemudian Sapi dan sejenisnya akan dikenakan pula denda Rp250.000 per harinya.

Reporter : Okis Rockin

Artikel sebelumyaSambangi Kantor Camat dan Lurah, PMI Kota Solok Distribusikan APD
Artikel berikutnyaPasien Positif Covid 19 Asal Sungai Penuh, Meninggal di Kampung Suaminya di Nagari Puluik-puluik, Pessel