Mengerikan, Dua Pelajar Begal Mahasiswi di Pekanbaru, Satu Pelaku Tewas Tabrak Pohon

salah seorang tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan di Pekanbaru Riau, tewas setelah menabrak pohon. ist

PEKANBARU – Mengerikan. Aksi pencurian dengan kekerasan diduga dilakukan dua pemuda ingusan terhadap seorang mahasiswi terjadi di Kota Bertuah Pekanbaru, Provinsi Riau. Tragisnya, seorang dari kedua pelaku pembegalan meninggal dunia karena menabrak pohon pinggir jalan setelah sebelumnya sempat tarik-tarikan barang hasil rampasan dengan korban.

Memperoleh informasi dari masyarakat sekitar, Jajaran Polsek Tampan Polresta Pekanbaru, Provinsi Riau dibawah komando Kapolsek AKP Juper Lumban Toruan SH, S.Ik, Senin (26/8) sekira pukul bersama Kanit Reskrim 14.30 Wib, langsung menangkap kedua pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) di Jl. Srikandi Ujung Kelurahan Delima Kecamatan Tampan.

Kedua tersangka yang masih beratatus sebagai pelajar, masing-masing JF (17) tercatat sebagai warga Jalan Delima Perumahan Alam Raya Kelurahan Delima Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, serta BW (16) warga Jalan Sidomulyo Kecamatan Tampan.

” Salah seorang dari dua pelaku, BW (16) meniggal dunia karena kabur dengan menggunakan motor dan menabrak pohon pinggir jalan. Sedangkan temannya JF yang terpental ke parit mengalami luka-luka langsung diamankan warga,” terang Kabid Humas Polda Riua Kombes Sunarto melalui rilis yang diterima Beritanda1.com, Senin (26/8) malam.

Menyusul penangkapan, dari tangan tersangka diamankan Dari tangan satu unit Handphone Merk Vivo V11 hasil Curas yang dilakukan terhadap korban Messy Wulandari (20), seorang Mahasiswi yang beralamat di Perum Widya Graha, Tampan, Kota Pekanbaru. Kemudian sebuah sepeda motor yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian dengan kekerasan.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengungkapkan, berdasarkan interogasi terhadap JF, penjambretan berawal ketika BW menjeput JF kekedai orang tuanya di Jalan Delima dengan sepeda motor Honda beat warna hitam Hijau. Sekitar pukul 13.30 Wib, mendadak BW mengajak JF untuk menjalankan aksi main ( jambret ).

BACA JUGA:  Resmi Lulus CPNS, drg. Romi Segera Lengkapi Berkas ke Solsel

Tawaran itu disambut JF dengan langsung pamit kepada orang tuanya dengan alasan pergi ke warnet. Saat mereka berada di jl. Srikandi ujung kec. Tampan, tersangka melihat seorang perempuan naik sepeda motor sendirian dan hpnya terletak di saku depan sepeda motor yang dikendarainya.

Dengan mengatur siasat, kedua tersangka kemudian memepet korban yang hendak masuk ke perumahan Widya Graha 3. Sejurus tersangka BW membawa sepeda motor ke arah kiri dari sepeda motor korban. Saat menempel korban itulah JF yang berboncengan dengan BW langsung merampas Hp yang terletak di dasbort sebelah kiri sepeda motor korban.

Setelah berhasil mengambil HP, tersangka BW langsung gas sepeda motor dan kabur dari korban. Tidak jauh dari TKP, BW melambatkan sepeda motor karena ada mobil warna orange berada didepan. Ternyata korban berhasil mengejar dan memegang HP kembali yang sudah ditangan JF sehingga sempat terjadi tarik menarik dengan antara korban Messy dengan JF.

Mengetahui situasi itu, BW langsung tancap gas dan berusaha menyalip mobil di depan. Namun nahas bagi korban, ternyata jalan licin, mereka tergelincir sehingga BW lepas kontrol dan tidak bisa mengendalikan sepeda motornya, sampai menabrak pohon pinggir jalan. Kedua tersangka terpental kedalam parit. BW yang mengendarai motor akhirnya meregang nyawa ditempat kejadian, sedangkan JF mengalami luka luka.

” Tersangkan BW yang meninggal dunia dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Pekanbaru, sedangkan JF ditangkap warga dan diserahkan kepada petugas,” papar Kombes Sunarto sembari menyebutkan tuntutan pasal 365 KUHP dengan pencurian dengan kekerasan.

Reporter: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...