Mengenal Panji Mursyidan. SE,MM dan Yosrisal, S.Sos, Sosok Pemimpin Dekat Dengan Umat

sosok
Pasangan Panji-yos selalu ada di hati umat, dan di cintai masyarakat.

Beritanda1 – Dua Puluh Tujuh tahun silam disebuah gedung bertingkat dua, tepatnya di Kota Jambi, sosok seorang ibu tangguh, Dra. Hj Elviana. M. Si, didampingi suami tercintanya Kaspul Whatan, menunggu kehadiran anak sulungnya.

 

Pagi secerah itu, membuat perasaan pasangan keluarga harmonis tersebut gundah bercampur bahagia. Tidak berselang beberapa jam kemudian tepatnya pada tanggal 17 April 1993, senyum sumringah dan gelak tawa kebahagian keluar juga dari pasangan keluarga bahagia itu.

Sosok jagoan merupakan putra pertama yang ditunggunya selama ini, telah menghirup udara dunia fana dalam kondisi sehat. Girang hati Alang kupalang, tiada kata yang bisa terucap selain dari gelak dan tawa bahagia.

Hari berganti pekan, disambut datangnya bulan, hingga hitungan tahun, sosok anak kecil imut diberi nama Panji Mursyidan itu, telah tumbuh besar. Setelah berumur Enam tahun Ia mulai menempuh jenjang pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) Kartika XIX-21 Bogor, selesai tahun1999.

Selepas itu Panji Mursyidan melanjutkan pendidikan dasar di SDN Pengadegan 07 Pagi Jakarta, tamatan tahun 2005, dilanjutkan dengan tingkat pendidikan menengah di SMPN 115 Jakarta, tamat pada tahun 2008. Setelah merasakan nikmatnya bangku sekolah, dirinya mulai menentukan arah tujuan pendidikan formalnya. Setelah mantap dengan pendirian langsung melanjutkan ke jenjang pendidikan tingkat atas pada SMAN 26 Jakarta, dan berakhir pada tahun 2011.

Untuk lebih mematangkan ilmu pendidikan, Panji Mursyidan akrab di Sapa Panji itu, melanjutkan Strata 1 (S1) Sarjana Ekonomi pada Institut Perbanas Jakarta, dengan nilai sangat memuaskan. Kurang puas atas gelar pendidikan S1 dimilikinya pada tahun 2016 ketika itu, Ia juga tidak banyak pikir, sehingga langsung mendaftar sebagai mahasiswa S2, Magister Manajemen pada Kampus yang sama, yakni di Institut Perbanas, hingga mampu dituntaskan pada tahun 2018.

BACA JUGA:  KPU Pasaman Gerlar Rakor Bersama Camat dan Wali Nagari

Walaupun dibesarkan dari keluarga pendidik (Dosen) dan politisi senayan, namun Ia memantapkan diri untuk mengabdi kepada Nusa dan bangsa sebagai pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selama bertugas di lembaga pemeriksaan keuangan itu, Ia memiliki berbagai pengalaman dalam mematangkan dirinya untuk menjadi pemimpin. Mulai menjadi staf di departemen pengawasan terintegrasi otoritas jasa keuangan sejak tahun 2017-2018, hingga dipercaya sebagai kebijakan sektor jasa keuangan terintegrasi otoritas jasa keuangan tahun 2018-2020.

Selain itu, Panji juga memiliki pengalaman melalui kursus seminar pasar modal bursa efek Indonesia pada tahun 2013. Serta mengikuti, Program pendidikan Kepemimpinan pada pusat pendidikan Zeni- TNI AD tahun 2019.

Suami dari Syafitri Amalia ini, juga pernah memegang tampuk kepemimpinan organisasi. Mulai dari Wakil Pembina Yayasan Amanah Ampang Kuranji, sejak tahun 2015 hingga sekarang. Sekjen Honda CBR Indonesia tahun 2011-2014. Selanjutnya Ketua Umum Honda CBR Indonesia tahun 2014-2017.

Terpenting lagi, Ia juga religius, taat beragama. Walaupun tidak pernah mengecap pendidikan melalui pesantren, namun dirinya tidak canggung untuk menjadi Imam, Khatib, maupun Bilal. Ilmu agama ini, didapatkan dari salah seorang ustadz merupakan guru spiritual agama pribadinya.

Memiliki ilmu pengetahuan, serta berjibun pengalaman dimiliknya selama berada di Ibu Kota Negara Indonesia (Jakarta) sedari kecil hingga dewasa. Tentu membuat hatinya gundah gulana, hingga merasa berdosa. Kenapa tidak, sejak menyelesaikan S2, dirinya selalu teringat dan rindu pulang ke kampung halaman (Dharmasraya).

Setiap lebaran, dan waktu cuti kerja, dirinya selalu pulang kampung untuk menengok keluarga yang berada di Nagari Ampang Kuranji, Kecamatan Koto Baru. Sembari mengitari wilayah Dharmasraya.

Pada suatu hari, ketika Ia menginjakan kaki di puncak Gunung Medan, tampak olehnya seluruh pelosok kampung, mulai dari hamparan sawah begitu luas, pemukiman warga, serta perkebunan yang menghijau. Namun sejurus kemudian hatinya terasa teriris, perih bagaikan disayat sembilu.

BACA JUGA:  Syukuran Partai Golkar Dharmasraya, Adi Gunawan: Ketika Allah berkehendak, Tidak Satupun Mampu Menolak

Kenapa tidak, Kampung halamannya yang kaya akan sumber daya alam (SDA) dan melimpah ruah itu, tidak tampak terkelola dengan apik dan baik untuk kemakmuran masyarakat. Mirisnya lagi, kekayaan alam itu, tidak dapat dinikmati oleh semua masyarakat asli Dharmasraya. Sehingga, masih banyak warga menjadi kuli di tanah kelahirannya sendiri.

Sebagai putra asli Dharmasraya, dengan memiliki segudang ilmu, dan pengalaman, tentu merasa sedih melihat kondisi masyarakat kampung halamannya. Berdasarkan hal tersebut, besar keinginannya untuk membangun kampung, dan bertekad membawa perobahan kearah lebih baik.

Keinginan hatinya, untuk membangun kampung halaman mendapat respon positif dari seluruh kalangan, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat. Mereka mendorong Panji Mursyidan. SE. MM, mencalonkan diri untuk menjadi Bupati Dharmasraya kedepan. Gayungpun bersambut, niat juga sudah bulat untuk membangun kampung halaman. Dengan kerendahan hati, Ia mengorbankan kemewahan didapatkan selama di Kota Jakarta, dan bertekat kembali ke kampung halaman untuk mengabdikan diri.

Dari sana ayah satu anak ini, mulai melirik dan membaca situasi pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat. Maka, dorongan dan dukungan tokoh masyarakat langsung di repon, sehingga dirinya membulatkan tekad untuk maju sebagai calon Bupati Dharmasraya, diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Nasdem, dan Partai Berkarya.

Dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Dharmasraya kali ini, dirinya berpasangan dengan Yosrisal. S. Sos, merupakan sosok politisi muda dan kawakan. Kepiawaian dalam berpolitik, terlihat nyata, bahkan sudah Dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Dharmasraya, dan satu periode menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Reporter: Syaiful Hanif

Facebook Comments

loading...