Membangun Dari Daerah Pinggiran, Memicu Mario Syahjohan ke DPRD Sumbar

MUARALABUH – Membangun dari daerah pinggiran. Sebagai sebuah konsep, tagline yang menyemangati Anggota DPRD Provinsi Sumbar terpilih periode 2019-2024 itu cukup lugas dan rasional.

Semangat itulah yang hari ini, Rabu (28/8), saat dimana anggota DPRD Provinsi Sumbar menjalanu prosesi peresmian di kota Padang.” Saya memiliki obseai agar bagaimana semua daerah, 19 kabupaten/kota di Sumbar haruslah diperlakukan sama, baik dari sisi perhatian maupun aspek anggaran,” kata Mario Syahjohan.

Sebuah harapan yang tampaknya tidak muluk-muluk, sama dengan janji dan pengakuannya ketika mengikuti kampanye pemilihan anggota legislatif pada Pemilu tempo hari.

Mario hadir ditengah-tengah masyarakat dengan materi kampanye yang realitis, sehingga akhirnya, Wakil Ketua Umum PD Satria Gerindra Sumbar itu mampu menumbuhkan kepercayaan konstituens di Dapil (Daerah Pemilihan) VII Solok Raya untuk ke DPRD Sumbar.” Alasan saya sangat argumentatif, karena dari Rp 7,1 Triliun anggaran Sumbar, kita lihat alokasinya belum begitu merata untuk Solok Raya; Kabupaten/Kota Solok dan Solok Selatan. Semangat pemerataan ini yang memotivasi saya, “ulas suami Siska Wahyuni Amd.Keb(bidan) ini.

Anggota DPRD Sumbar daru partau Gerindra Dapil VII itu mengaku dukungan penuh dari 2 wanita hebat; ibu dan istri, kemudian kakak adik, seluruh keluarga besar dan teman-teman relawan, pemilih milenial, merupakan sebuah kekuatan yang tak dapat dinafikan. ” Doa ibu, keluarga dan harapan kawan-kawan tentulah selalu menyertai,” ujarnya.

Membangun Dari Daerah Pinggiran, Memicu Mario Syahjohan ke DPRD Sumbar 1 IMG 20190827 WA0069

Mario lantas tercenung sembari menyampaikan harapan yang tentu saja samar-samar, ketika putra ibu
Syafrida itu membayangkan kehadiran ayahnya, Almarhum Syahjohan, hadir ketika hari pelantikan tiba. ” Betapa bangganya bapak kalau beliau masih ada. Bapak adalah salah seorang tokoh pemekaran Kab. Solsel dan sekaligus guru politik saya,” tuturnya nelangsa.

BACA JUGA:  Darul Siska Wujudkan Mimpi Kaki Palsu untuk Mak Anjang

Terlepas dari cerita sentimetil karena mengenang bapanya yang telah tiada, disisi lain, kehadiran Mario di panggung politik dan maju menjadi anggota DPRD Sumbar diakui terinspirasi oleh bapak Sabri Zakaria. Mantan Kepala Dinas PU Sumbar itu, menurut Mario memiliki jasa besar di bidang infrastruktur di Sumbar.” Kami berasal dari daerah yang sama, Muara Labuh. Dan melalui ranah politik, kita ingin berbuat sama halnya dengan beliau di pemerintahan,” beber ayah tiga orang anak; Alleira Mariska Nugraha, Jocelyn Mariska Nugraha dan Garuda Satria Nugraha itu.

Ketua umum KONI Solok Selatan dua periode yang juga tercatat sebagai ketua umum Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Solok Selatan ini mengaku,
memulai kiprah di lembaga legislatif untuk mengantarkan aspirasi masyarakat.

Mario Syahjohan ingin mengakomodasi kepentingan warga dan daerah pemilihannya lebih besar, karena itu menaruh harapan tinggi kepada Pemerintah Provinsi Sumbar agar nanti lebih memperhatikan daerah yang baru berkembang ini, Solok Selatan. Bukan hanya berupa infrastruktur, tetapi sama pentingnya memprogramkan kegiatan pemberdayaan sebagai usaha peningkatan perekonomian masyarakat.” Kita berjuang untuk kemajuan pembangunan di Solok Raya,” tegasnya.

Kemampuan Mario mengelola aspirasi diyakini sangat mumpuni. Gejala itu telah dimatangkannya dengan urusan berorganisasi sejak usia remaja. Paling tidak sejak sejak 2002, ia telah aktif di organisasi kepemudaan maupun organisasi sosial lainnya.

Mario tercatat salah seorang
pendiri organisasi pecinta trail di Solsel yang dinamakan Adventure Trail Club (ATC) Solsel. ATC merupakan komunitas pecinta trail tertua di daerah itu, yang dibentuk pada 2009.

Dua tahun berdirinya ATC, tepatnya pada 2011 ia bersama rekan-rekan ATC berhasil menggelar iven trail di Solsel yang diikuti oleh tiga provinsi yakni, Sumbar, Riau dan Jambi. “Bisa dikatakan sukses besar karena ketersedian anggaran dalam menggelar iven sangat minim namun mampu mengharumkan nama daerah serta meraih keuntungan dari segi keuangan,”tandas suami Bidan
Siska Wahyuni ini.

BACA JUGA:  Duh! Bupati Pessel Hendrajoni Dihadang Emak-Emak, Ada Apa?

Dikatakan, dari total keuntungan iven trail Solsel sekitar Rp.40 juta, kala itu, disalurkan dalam bentuk kegiatan sosial. Diantaranya, memberikan bantuan terhadap pembangunan Masjid dan bagi penghuni panti asuhan.

Berkat didikan orangtua yang mengajarkan hidup mandiri serta jiwa kepemimpinan dari kecil, menjadikannya giat bersosialisasi dan berorganisasi. “Didikan orangtua saya memang keras. Kendati dulu ayah adalah orang terpandang atau bisa dikatakan mapan dalam ekonomi, tapi tidak menjadikan kami sebagai anak yang manja. Saking kerasnya didikan ayah, dulu sebelum membantu orangtua bekerja kami tidak dibolehkan makan,”kenangnya menyudahi.

Reporter : Rudi Cader
Editor     : Melatisan

Facebook Comments

loading...