Masyarakat Terdampak Covid-19 di Pessel, Terima Bantuan Sembako dari Pemkab

580
Covid-19
Bupati Hendrajoni bersama masyarakat penerima bantuan PKH dalam kegiatan lounching e-warung di Lunang, beberapa waktu lalu.

Beritanda1 –Ditengah merebaknya paparan virus corona atau Covid-19 di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), mengambil langkah taktis melalui sebuah kebijakan dengan menyalurkan bantuan Sembako bagi pekerja non formal di daerah itu.

Bantuan Sembako tersebut sebagai upaya mencukupi kebutuhan harian  warga yang tidak punya penhgasilan tetap, sementara tidak bisa bekerja di luar rumah karena ancaman pandemi Covid-19.

“Ditengah pendemi Covid-19 ini, kami sadar banyak keluarga yang terdampak, untuk itu bantuan segera kami salurkan,” ujar Bupati Pessel Hendrajoni di Painan, Minggu (05/04/2020).

Terkait penyaluran bantuan tersebut, Kata Bupati, pihaknya telah memerintahkan 15 camat di daerahtersebut untuk melaksanakan berbagai tugas sesuai dengan surat bernomor : 100/008/GTC/IV/2020 tanggal 4 April 2020.

“Dalam surat itu, masing-masing camat diberi tenggat waktu hingga 7 April 2020 untuk mendata pekerja non formal yang terdampak langsung akibat penyebaran Covid-19, seperti pelaku usaha mikro, pekerja jasa pariwisata, sopir angkot dan tukang ojek dan lain sebagainya,” tuturnya.

Bahkan, dalam pelaksanaanya camat didorong memanfaatkan seluruh komponen yang ada, baik personel di kecamatan serta bersinergi dengan pihak nagari dan pihak terkait lainnya. “Tentunya data mesti sesuai dengan kondisi keluarga, sehingga bantuan tepat sasaran,” tuturnya.

Ia menyebutkan, dalam penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 68 Milyar termasuk di dalamnya biaya bantuan sembako, alat kesehatan, dan sebagainya.

BACA JUGA:  Pemkab Pasaman Peringati Hari Olarharaga Nasional ke 36, Wabup Atos Pratama Serahkan Sejumlah Penghargaan
Covid-19
Bupati Hendrajoni bersama masyarakat penerima bantuan PKH dalam kegiatan lounching e-warung di Lunang, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakab Pessel, Rinaldi menyebutkan, berbagai kebijakan pro rakyat terus dikeluarkan pemerintah setempat terkait penanganan COVID-19 di daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu. Upaya itu mulai dari membebaskan pungutan pajak hotel, restoran, dan rumah makan selama dua bulan kedepan.

“Seperti menggratiskan retribusi terhadap 753 petak kios yang tersebar di 14 pasar di daerah setempat selama dua bulan. Selanjutnya menyurati Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno agar membebaskan pelajar SMA/SMK sederajat di daerah setempat dari iuran komite. Termasuk menyeleksi dengan ketat orang-orang yang masuk pada tiga titik daerah perbatasan, yakni Kota Padang, Provinsi Jambi dan Bengkulu, serta menutup akses jalan tembus kawasan Mandeh dari Kota Padang ke Pessel,” ujarnya.

Reporter: Okis Rockin

Editor: Malin Marajo

Facebook Comments

loading...