Mantap! Wujudkan Pemilihan Bersih, Pilwana Serentak Kab Solok Dilounching

38
Menjelang dilaksansanakan pemilihan 54 Wali nagari , Jumat (27/9), bupati Solok H. Gusmal dihadapan Ketua P2WN Kabupaten Edisar serta pejabat Forkopimda melakukan pemukulan gong sebagai tanda dilounchingnya Pilwana serentak Kab. Solok

AROSUKA – Menyemangati pemilihan Wali Nagari (Pilwana) di Kabupaten Solok yang diagendakan berlangsung serentak pada November 2019 nanti, Bupati Solok H. Gusmal mengharapkan ditebarkan semangat demokrasi yang jujur, bersih dan bebas intervensi dalam melaksanakan pemilihan pemimpin nagari tersebut.

Harapan demikian disampaikan Bupati Gusmal ketika melounching (meluncurkan) dan sekaligus mensosialisasikan pemilihan wali nagari yang akan dilaksanakan 54 nagari di kabupatrn Solok. ” Kita harapkan nagari-nagari yang mengikuti Pilwana serentak untuk dapat menyelenggarakan pemilihan secara jujur, bersih, dan adil,” ulang Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM di ruang Solok Nan Indah  Arosuka, Jum’at (27/9).

Sosialisasi dan lounching Pilwana ini selain dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten, juga hadir Kapolres Solok  AKBP Ferry Irawan, Kajari Solok Aliansyah, Dandim 0309/Solok, Camat dan Forkopimcam dan Wali Nagari serta Ketua P2WN Kecamatan dan Nagari se-Kabupaten Solok.

Ditekankan Bupati Gusmal, Pilwana bertujuan untuk menghasilkan pemimpin nagari yang bijaksana dan bertanggung jawab. Untuk itu sangat dibutuhkan independensi dari Panitia Pelaksana Pemilihan Wali Nagari, atau P2WN. “Jangan ada intervensi dari berbagai pihak dalam pelaksanaan pilwana ini. P2WN harus rajin melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga nantinya tidak ada gugatan-gugatan setelah pelaksanaan Pilwana,” katanya.

Menurut Bupati Solok, tingginya animo tokoh-tokoh masyarakat masuk dalam bursa pemilihan wali nagari sesuatu hal yang mengembirakan. Disatu sisi mencerminkan kepedulian masyarakat untuk berpartisipasi dalam derap pembangunan. Namun disisi lain juga sebagai bias dari tingkat kesejahteraan wali nagari yang semakin membaik, dimana gaji wali nagari sekarang sudah sampai Rp 6 juta. ” Nominalnya kurang lebih sama dengan  gaji bupati. Karena itu pemeilihan wali nagari menjadi semarak. Banyak tokoh-tokoh nagari ikut berkompetisi dan masuk bursa pemilihan wali nagari,” sebutnya.

BACA JUGA:  Pramuka Peduli, Satprakoja MAN 1 Solok Bagikan 1000 Masker

Untuk menghindari terjadinya gesekan dalam prosesi pemilihan yang semakin hangat, Bupati Solok meminta agar P2WN dapat memastikan pelaksanaan pilwana mendatang sudah sangat rampung, baik dari aspek pembiayaan, logistik dan aturan pelaksanaannya.

Gusmal atas nama Pemerintah Kabupaten Solok menaruh harapan besar kepada seluruh calon wali nagari, agar dapat nantinya menerima hasil Pilwana ini dengan baik dan besar hati.” Semoga Wali Nagari terpilih nantinya dapat memberikan yang terbaik bagi nagari dan daerah, serta dapat menunjang kemajuan nagari dan memprioritaskan kepentingan masyarakat umum dan nagari bersangkutan,” tegas Gusmal.

Menjawab harapan Bupati Solok itu, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Edisar, SH, MH dalam kapasitasnya sebagai ketua P2WN Kabupaten Solok menyebutkan pelaksanaan Pilwana serentak ini dilaksanakan karena ada 54  wali nagari yang berakhir masa jabatannya. “Tahun 2019  ada 54 nagari  yang akan ikut dalam Pilwana serentak ini dengan jumlah calon Wali Nagari sebanyak 295 orang,” ulasnya.

Edisar menyebutkan, sesuai aturan pemilihan wali nagari akan diikuti paling banyak oleh lima orang calon di masing-masing nagari. Pihak P2WN ditingkat nagari menerima dan menyeleksi bahan adminsitrasi seluruh bakal  yang mendaftar. Untuk menentukan menjadi lima besar penyaringannya dilakukan oleh P2WN Kabupaten Solok. Dipastikan,  penetapan bakal calon Wali Nagari menjadi Calon  sudah melalui berbagai tahapan seleksi dan tes yang independen dan bertanggung jawab. “ Sejauh ini, ada 20 nagari  yang mengirimkan daftar Balon Wali nagari melebihi dari 5 orang balon,” kata Edisar.

Reporter: Melatisan

Loading...
loading...