Malam Ramah Tamah Peserta Incolwis 2019 dengan Gubernur Sumbar

PADANG – Gubernur Sumatera Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S. Psi, M.Sc menjamu makan malam Peserta International Conference Lokal Wisdom (INCOLWIS) 2019 di Auditorium Gubernuran, Rabu (28/8/2019) malam.

Kegiatan silaturahmi antar Perguruan Tinggi Pendidikan, Bahasa Sastra dan Budaya Daerah dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini merupakan bagian dari acara Internasional conference lokal wisdom 2019 dengan tema “Lokal Wisdom On Digital Era”.

Dalam jamuan makan malam tersebut, juga dihadiri oleh Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Kepala Dinas Kebudayaan Gemala Ranti, pembicara dari University Malaya Malaysia Nur Hayati, Hokkaido University Akiko Tasiro dan para peserta seminar yang berasal dari Universitas di Kota Padang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Udayana, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Lampung, Universitas Sumatera Utara.

Dalam sambutanya, gubernur Sumbar memperkenalkan destinasi wisata yang tidak kalau bagusnya dari daerah lain bahkan terlengkap di Indonesia dari laut, pantai, gunung, budaya, alam, goa dan sebagainya “Bahkan bekas Pertambangan batu bara di Ombilin peninggalan pemerintah kolonial masuk dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO. Silahkan kunjungi juga keindahan alam, seperti kawasan wisata bahari mandeh yang dikenal dengan Raja Ampat Sumatera, Jam Gadang, Istano Basa Pagaruyuang, Seribu Rumah Gadang, dan banyak hal-hal menarik lainnya,” kata gubernur

Selepas memberikan kata sambutan, sang Gubernur menghibur para tamu yang hadir dengan tampil memukau memainkan drum bersama IPe Band untuk mengiringi alunan lagu-lagu khas ranah Minang

Sementara Sutrisna Wibawa, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta menyampaikan Indonesia sebagai negara yang memiliki Bhineka Tinggal Ika yang kaya akan kearifan lokal seharusnya bisa menggunakan kearifan lokal (local wisdom) itu untuk resolusi konflik.

BACA JUGA:  Jambi Bergabung, Pessel Mantapkan Persiapan TdS 2019

“Kita patut bersyukur pada para pendiri bangsa yang telah menciptakan Bhineka Tinggal Ika sebagai roh pemersatu bangsa, sehingga keragaman yang ada di Indonesia bagian dari kesatuan,” ucap Sutrisna.

“Kita juga bersyukur memiliki bahasa Indonesia yang menyatukan saru dwngan yang lain, ini merupakan berkah dari Allah SWT lewat para pendiri bangsa, dengan semangat melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal,” tuturnya

Sebab menurutnya, dalam kearifan lokal banyak mengandung kebijakan-kebijakan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam menyelesaikan konflik.

Lanjut Sutrisna, daerah Sumbar punya banyak kearifan lokal yang memiliki rujukan dalam membangun kerukunan antar adat dan budaya, sehingga membentuk perdamaian antar suku dan sosial masyarakat. “Apalagi Sumbar dengan adanya keinginan untuk menciptakan perdamaian di daerahnya, hingga sampai saat sekarang tidak ada terdengar Sumbar terjadi konflik sosial, tradisi, budaya dan agama,” paparnya.

Dalam acara ramah tamah ini, Irwan Prayitno memberikan cinderamata sebuah buku “Pantun Spontan” untuk para tamu undangan dari perwakilan universitas.

Reporter : Relis Humas
Editor      : Melatisan

Facebook Comments

loading...