Longsor Sungai Lasi, Nofi Candra Turunkan Alat Berat

979

SUNGAI LASI–Hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten Solok sejak sepekan terakhir tak hanya membuat kawasan pemukiman warga di daerah itu diterjang banjir. Sejumlah titik longsor juga menghantam dan menutup akses masyarakat.

Di Nagari Taruang-taruang kec. IX Koto Sungai Lasi, setidaknya ada 11 titik lonsor. Kondisi tersebut membuat aktifitas warga terganggu, karena akse yang menjadi penghubung transportasi warga tertutup material longsor.

” Di jorong Sawah Jantan nagari Taruang-taruang ada 11 titik longsor yang menutup akses warga ke daerah luar sejak Selasa (18/2),” kata Indra (45) salah seorang tokoh pemuda setempat, Kamis (20/2).

Menurutnya, masyarakat melalui pemerintah nagari setempat telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pemerintah daerah kabupaten Solok untuk dilakukan penanganan segera. Namun karena keterbatasan peralatan alat berat milik pemda, longsor di daerah itu belum tersentuh.

” Kemaren sudah ada alat berat yang datang ke lokasi longsor, namun karena tidak sesuai dengan medan, alat berat tersebut ditarik kembali untuk menangani titik longsor di daerah lain, yang juga terkena longsor,” bebernya.

Sementara itu, kepala jorong Sawah Jantan Diki Iswara menyebutkan, jalan yang tertutup longsor merupakan jalur tercepat bagi warga yang berada di Jorong tersebut, untuk menuju ke jalan lintas Sumatera di jorong Batang Pamo nagari Pianggu kec. IX Koto Sungai Lasi. Jaraknya hanya sekira 2 kilometer saja.

Sementara akses lain yang menjadi penghubung ke daerah berpenduduk sekira 250 jiwa lebih itu harus berputar jauh sekira 11 km lebih.

BACA JUGA:  Sekda Pessel: Sosialisasi Pengawasan Keuangan Haji Penting Menangkal  Hoax  

” Kami kasihan dengan anak-anak sekolah yang harus berputar arah untuk menuju ke sekolahnya. Mereka harus mengeluarkan biaya ojek sebesar Rp. 25 Ribu untuk sampai ke sekolah,” terangnya.

Mengatasi persoalan itu, warga setempat melakukan gotong royong secara manual dengan peralatan seadanya. Namun karena keterbatasan tenaga, hasilnya pun tidak maksimal.

“Sudah tiga hari jalur ini tertutup longsor. Kami bersama babinsa sudah melakukan gotong royong secara manual. Namun hasilnya tidak semaksimal dengan menggunakan alat berat,” terang Diki.

Satu unit alat berat bantuan NC mulai bekerja memindahkan material longsor yang menutup akses warga jorong Sawah Jantan Nagari Taruang-taruang kec. IX koto Sungai Lasi, Kamis (20/2). 
Satu unit alat berat bantuan NC mulai bekerja memindahkan material longsor yang menutup akses warga jorong Sawah Jantan Nagari Taruang-taruang kec. IX koto Sungai Lasi, Kamis (20/2).

Alat Berat

Ditengah kegalauan tersebut, satu unit alat berat berupa eskavator mini datang ke lokasi longsor. Mesin tersebut merupakan pinjaman dari mantan senator DPD RI H. Nofi Candra.

Melalui salah seorang perantau, Yoselino Nursal, persoalan yang dihadapi masyarakat tersebut disampaikan kepada NC.

“Alhamdulillah beliau langsung merespon dengan menurunkan alat berat ke lokasi longsor,” kata Diki.

Sejak pagi, kata dia, alat berat sudah bekerja memindahkan material longsor untuk membuka akses warga setempat.

” Saat ini sudah satu titik longsor bisa dibersihkan. Selain alat berat, warga di sini bersama Babinsa TNI juga ikut turun membantu pekerjaan,” ucapnya.

Kepedulian dan respon cepat pemilik NC Plaza tersebut praktis mendapat apresiasi dari warga dan perantau setempat yang terus memantau kondisi warga.

“Atas nama perantau dan warga Taruang-taruang, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas respon dan kepedulian NC atas musibah yang menimpa warga kami,” kata perantau Yoselino melalui selulernya.

Reporter: Malin Marajo

 

 

Facebook Comments

loading...