Beranda Politik Lisda Hendrajoni Meminta Pemerintah Menjadikan Guru Inpassing Sebagai ASN

Lisda Hendrajoni Meminta Pemerintah Menjadikan Guru Inpassing Sebagai ASN

Lisda Hendrajoni
Lisda Hendrajoni selaku Anggota DPR RI Dapil I Sumatera Barat Fraksi NasDem.

Beritanda1 – Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni, meminta pemerintah, khususnya kementerian untuk dapat menjadikan guru inpassing yang telah mengabdi bertahun-tahun menjadi aparatur sipil negara (ASN).

 

“Kami sangat berharap pemerintah segera menaikan status mereka menjadi ASN. Khususnya mereka yang telah mengabdi selama bertahun-tahun,” ujar Srikandi NasDem ini pada wartawan di Painan, Senin (1 Februari 2020).

Lisda menyebutkan, perjuangan para guru inpassing itu sudah berlangsung sejak lama. Namun hingga kini, belum membuahkan hasil. Dari itu, ia sangat berharap dibawah naungan menteri agama yang baru ini mampu mengabulkan permintaan mereka.

“Sebagai mitra, kami sangat berharap pak menteri agama mau menerima aspirasi mereka. Jika dikabulkan, hal ini bakal menjadi sejarah bagi mereka,” tuturnya.

Kapoksi NasDem ini mengatakan, pengangkatan guru inpassing itu menjadi ASN sangat tepat bila dilakukan pada saat ini. Sebab, kondisi ekonomi masyarakat tengah terpuruk ditengah wabah pandemi Covid-19.

“Hingga kini kondisi ekonomi masyarakat sedang terpuruk. Nah, jika pak menteri agama bisa menerima aspirasi mereka maka bakal membantu pendapatan, mengangkat perekonomian, dan juga menaikan daya beli masyarakat,” ucapnya.

Lisda menuturkan, kedepan pemerintah bersama DPR bakal membuat regulasi yang jelas soal aturan pengangkatan guru honorer, tenaga harian, hingga guru inpassing menjadi ASN.

“Sekarang kan masih belum jelas. Ada yang sudah honorer puluhan tahun tapi belum diangkat. Sedangkan ada pegawai yang baru masuk langsung diangkat,” katanya lagi.

Kedepan ia berharap perjuangan tenaga honorer dan guru inpassing ini dapat dikabulkan oleh menteri agama.

“Jika seandainya tidak bisa keseluruhan, karena terkait beban anggaran. Setidaknya pemerintah mau memulai kebijakan itu secara bertahap. Dengan memprioritaskan guru inpassing yang telah mengabdi lama,” tuturnya penuh harap.

BACA JUGA:  Gaji Naik, Kesejahteraan Guru TK di Pessel Ditingkatkan

Reporter: Okis Rockin