Beranda Covid-19 Lima Pejabat Termasuk Bupati Pessel Batal Divaksin, Ini Alasannya

Lima Pejabat Termasuk Bupati Pessel Batal Divaksin, Ini Alasannya

pessel
Bupati Pessel Hendrajoni melakukan screening kesehatan sebelum mengikuti vaksinasi Covid-19.

Beritanda1 –Lima orang pejabat di Pesisir Selatan  (Pessel) batal mengikuti vaksinasi  Covid-19 karena tidak lolos screening medis. Sebelumnya direncanakan sebanyak 16 orang akan menjalani vaksin perdana yang sempat tertunda tersebut.

 

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Pesisir Selatan Rinaldi mengatakan, lima orang yang tidak bisa dilakukan vaksinasi tersebut adalah, Bupati Pessel Hendrajoni, Kapolres Pessel, AKBP. Sri Wibowo, Kepala Dinas Kesehatan Pessel, dr. Satria Wibawa, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Herman Budiarto, dan Direktur RSUD Tapan, dr. Elfirina Mirna.

” Kelima pejabat ini batal dilakukan vaksinasi karena memiliki riwayat penyerta. Sebelumnya Bupati Hendrajoni pernah terkonfirmasi Covid-19 di Jakarta, sedangkan Kapolres saat ini sedang flu,” ujar Rinaldi di Painan, Senin (18/1).

Menurut Rinaldi, pejabat pertama yang divaksinasi Covid-19 adalah, Dandim 0311/Pessel, Letkol Inf. Gamma Arthadilla Sakti, selanjutnya Asisten III Hamdi, Direktur RSUD Painan, dr Sutarman. Sedangkan ia sendiri divaksin pada urutan keempat.

“Alhamdulillah, Vaksinasi tadi berjalan aman. Semoga tahapan selanjutnya juga berjalan dengan aman dan lancar,” tuturnya.

Terkait itu, Bupati Pessel Hendrajoni mengatakan, pemberian Vaksinasi Covid-19 dilakukan serentak di 34 Provinsi, mulai dari 14 Januari 2021. Vaksinasi dilaksanakan dalam empat tahapan dengan mempertimbangkan ketersediaan waktu kedatangan, dan profil keamanan vaksin. Kelompok prioritas penerima vaksin, kata Hendrajoni, adalah penduduk yang berdomisili di Indonesia berusia 18 sampai 59 tahun.

Selanjutnya, tahapan Vaksinasi Covid-19 bakal dibagi menjadi empat tahapan, yakni tahap pertama dengan waktu pelaksanaan Januari sampai April 2021. Sasarannya adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang, serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan.

BACA JUGA:  Gubernur Mahyeldi: Cadangan Migas di Sumbar Cukup Besar

Tahap kedua, dengan waktu pelaksanaan Januari sampai April 2021, sasarannya adalah petugas pelayanan publik yaitu, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polisi Republik Indonesia (Polri), aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang bertugas di bandara, pelabuhan, stasiun, terminal, perbankan, PLN, PDAM, serta petugas lainnya yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tahap ketiga, dengan waktu pelaksanaan April 2021 sampai Maret 2022. Sasaran Vaksinasi Covid-19 adalah, masyarakat yang rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Tahap keempat, dengan waktu pelaksanaan April 2021 sampai Maret 2022.

Bupati Hendrajoni menyebutkan, Vaksinasi Covid-19 dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pesisir Selatan. Vaksin yang diberikan sudah melalui uji BPOM dan sudah mendapat sertifikat halal MUI. Selain itu, vaksin yang digunakan sudah memenuhi standar efikasi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di atas 50 persen.

“Jadi, masyarakat tak perlu takut mengikuti Vaksinasi untuk Covid-19 ini. Sebab, vaksin yang beredar sudah dipastikan keamanan dan khasiatnya. Apalagi pusat sudah melakukannya duluan, termasuk Presiden Jokowi.

Diketahui, agenda pencanangan imunisasi Covid-19 perdana ini, dimulai sekitar pukul 8.30 WIB, bertempat di Puskesmas Salido, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Reporter: Okis Rockin