Lima Irigasi Terdampak Banjir, Anggota DPRD Pesisir Selatan Novermal Yuska Harapkan Penanganan Cepat

Anggota DPRD Pesisir Selatan, Novermal Yuska meninjau lokasi terdampak banjir bersama Walinagari Palangai Kaciak Rahmadhani dan Kasi Pembangunan Jamalis serta Pengamat PSDA Wilayah V Kecamatan Ranah Pesisir Jondri, Jumat (23/8). -Ist-

PESISIR SELATAN – Musibah banjir bandang yang melanda nagari Palangai Kaciek,  Kecamatan Ranah Pesisir beberapa waktu lalu, memunculkan empati dan perhatian anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Novermal Yuska, SH. Kepedulian politis PAN itu bahkan makin mengkrstal ketika meninjau kerusakan akibat banjir bersama Walinagari Palangai Kaciak, Rahmadhani, Kasi Pembangunan, Jamalis dan Pengamat PSDA Wilayah V Kecamatan Ranah Pesisir Jondri, Jumat (23/8)

“Tingkat kerusakan yang ditimbulkan banjir bandang cukup besar. Disangsikan  dampaknya berpengaruh kepada perekonomian dan kesehatan masyarakat, terutama menyangkut kerusakan irigasi dan jaringan air bersih,” ujar Novermal menjawab beritanda1.com, Minggu (25/7).

Novermal menyebutkan, jaringan air bersih Pamsimas mengalami rusak berat, mulai dari Pulau Buatan sampai Sawah Liek sepanjang lebih kurang 2 kilometer. Pipa induk PDAM juga mengalami rusak berat.

Dari peninjauan langsung kelokasi, anggota DPRD Pesisir Selatan itu mendata, setidaknya terjadi kerusakan parah pada 5 unit bendungan irigasi, dianataranya DI Palo Buatan yang mengairi areal sawah seluas 50 Ha, mengalami rusak 100 persen. Kemudian DI Lubuk Cubadak dengan cakupan area pengairan seluas 50 Ha, rusak 50 persen, DI Koto Panai juga 50 Ha,  rusak 75 persen. “ Khusus  irigasi Koto Panai ini sedang dalam tahap pengerjaan pembangunan kembali oleh PSDA Pessel,” tuturnya.

Lima Irigasi Terdampak Banjir, Anggota DPRD Pesisir Selatan Novermal Yuska Harapkan Penanganan Cepat 1 irigasi 1
Aliram sungai terdampak banjir bandang mengakibatkan rusaknya saluran irigasi

Selanjutnya yang mengalami rusak total akibat banjir bandang adalah DI Tangah Padang, dengan luas areal 40 Ha,  DI Koto Mandarahan dengan luas areal pengairan  75 Ha, rusak 75 persen, serta  DI Koto Nan IV yang berpotensi mengairi lahan  113 Ha, juga rusak sekitar 75 persen.” Kerugian lainnya adalah, banyak sawah dan lahan perkebunan masyarakat terban masuk sungai, dan beberapa hektar ladang Jagung masyarakat gagal panen,” paparnya prihatin

BACA JUGA:  Lakukan Penyuluhan Disekolah, Ini Himbauan Kapolsek IV Nagari Sijunjung

Guna menanggulangi dampak banjir bandang terhadap sejumlah infrastruktur pertanian itu, Novermal Yuska meminta kepada  Walinggari Pelangai Kaciak dan Pengamat PSDA Wilayah V segera membuat laporan ke Bupati dan mengajukan permohonan penanganan darurat dan pembangunan permanen.

Pihaknya sekaligus berharap, kondisi ini jadi perhatian khusus bagi Dinas PSDA Kabupaten Pessel, Dinas PSDA Provinsi Sumbar dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V, termasuk BPBD kabupaten dan Provinsi Sumbar, supaya segera ditangani sebagaimana mestinya. “ Ini semua agar  petani kembali bisa melakukan aktivitas pertanian padi sawah kembali,” tuturnya.

Kecuali itu, Novermal yang juga berasal dari kalangan jurnalis ini, mendesak Dinas Kehutanan dan aparat kepolisian supaya secepatnya menelusuri kegiatan illegal logging di hulu sungai Pelangai Kaciak. Alasannya, tambah dia, karena di sepanjang aliran sungai pasca banjir bandang, banyak potongan balok kayu yang diduga hasil kegiatan illegal logging. “ Kenyataan ini harus disikapi dengan melakukan peninjauan langsung, “ papar dia.

Terkait dengan kesehatan masyarakat terdampak banjir,  Novermal meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Pessel melalui Puskesmas Balai Selasa,  harus proaktiv melakukan pencegahan penyakit menular pasca banjir bandang ini. “ Saya akan berkoordinasi dengan instansi terkait di kabupaten dan provinsi, termasuk dengan Balai Sungai supaya penangannya lebih cepat, termasuk mendorongnya di lembaga DPRD,” pungkasnya.

Reporter : Rudi Cader

Editor     : Melatisan

Facebook Comments

loading...