Beranda Nasional Legalisasi Miras Dalam Bentuk Investasi Industri Akhirnya Dicabut

Legalisasi Miras Dalam Bentuk Investasi Industri Akhirnya Dicabut

miras

 

Beritanda1—Legalisasi minuman keras (Miras)dalam bentuk investasi industri yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal akhirnya dicabut.

Pencabutan ini disinyalir karena banyaknya protes terhadap aturan baru yang dinilai kontoversial itu. Pemerintah dinilai melegalkan peredaran miras yang dikhawatirkan akan merusak generasi muda.

Keputusan itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam tayangan video youtube sekretariat kepresidenan, Selasa (2 Februari 2021).

“Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan, lampiran Perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri minuman keras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Jokowi

Dalam video berdurasi 1 menit 28 detik itu, Jokowi menegaskan,  keputusan ini diambil setelah menerima masukan dari berbagai organisasi masyarakat keagamaan serta pemerintah daerah.

“Setelah menerima masukan-masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama NU, Muhammadiyah dan ormas-ormas lainnya, serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah,” ujar Jokowi.

sebelumnya, pemerintah telah menetapkan industri minuman keras (miras) sebagai daftar positif investasi (DPI) terhitung sejak tahun ini. Industri ini masuk kategori bidang usaha tertutup sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Langkah yang merupakan aturan turunan dari UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini telah ditandatangani Presiden Jokowi dan mulai berlaku tanggal 2 Februari 2021.

Miras Yang Disita Petugas
Miras Yang Disita Petugas Dalam Sebuah Razia

Keputusan pemerintah yang membuka ruang berkembangnya industi minuman keras ini, langsung menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Tak hanya dari kalangan politisi Senayan, pemerintah daerah, tokoh agama dan para akademisi juga menolak keras berlakunya Perpres ini.

“Syari’at Islam mengharamkan miras untuk menjaga kewarasan akal, namun ini hanya bisa dipahami dan diamalkan oleh orang-orang waras. Tolak legalisasi miras,” ujar ketua Majelis Ulama (MUI) Sumbar Buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Basa.

BACA JUGA:  Lisda Hendrajoni Bezuk Bocah Korban Pemerkosaan, KPAI: Usut Tuntas Kejahatan Pelaku

Redaksi