Beranda Daerah Langganan Longsor, Akses Sirukam–Simanau Kabupaten Solok Kembali Lancar

Langganan Longsor, Akses Sirukam–Simanau Kabupaten Solok Kembali Lancar

Longsor Kabupaten Solok
1 unit alat berat Dinas PUPR Kabupaten Solok harus lembur hingga jam 03.00 WIB dini hari untuk memindahkan material longsor yang menutup akses warga di jalan Sirukam -Simanau kabupaten Solok, Sabtu (15 Mey 2021).

Beritanda1—Akses transportasi jalur Sirukam-Simanau di Kabupaten Solok yang sebelumnya tertutup longsor kini kembali lancar, setelah alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok kerja lembur hingga jam 03.00 WIB, Sabtu (15 Mey 2021).

“Alhamdulillah, hingga jam 03.00 WIB alat berat Pemkab Solok bekerja untuk memindahkan material longsor yang menutupi badan jalan. Pagi ini sudah bisa dilewati kembali oleh kendaraan roda empat dan roda dua,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Syaiful, ST, MT menjawab Beritanda1.com, Sabtu (15 Mey 2021) pagi.

Syaiful menyebutkan ruas jalan Sirukam-Simanau merupakan jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Payung Sekaki dan kecamatan Tigo Lurah, makanya harus segera dituntaskan pengerjaannya agar bisa dilewati kendaraan. Jalan tersebut sebelumnya tertimbun longsor di KM 11 dari nagari Sirukam pada Jum’at (14 Mey 2021) dini hari. Kondisi itu membuat akses warga dari kedua daerah tersebut terputus total.

“Ada dua titik longsor yang besar, lokasinya masih di kawasan yang longsor pekan lalu  tepatnya di kawasan Aia Tabik Sirukam. Selain itu juga banyak titik longsor yang kecil-kecil yang juga mengganggu akses di jalur tersebut,” katanya.

Longsor Kabupaten Solok

Ruas jalan Sirukam-Simanau di Kabupaten Solok memang “langganan” longsor. Terlebih jika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Selain longsor, jalur tersebut juga banyak yang terban, sehingga mengancam keselamatan warga yang melintasi daerah itu.

Kondisi itu sebetulnya sudah sering kali dikeluhkan oleh warga di kecamatan tersebut. Karena akses yang terputus membuat mereka harus terisolasi dari daerah sekitar.

Untuk memutus keterisoliran sebuah wilayah, memang dibutuhkan politcal will kepala daerah, untuk benar-benar serius menanganinya. Terutama melalui keberpihakan anggaran yang memadai.

BACA JUGA:  Aklamasi, Slamet Wahyudi Pimpin PORBI Dharmasraya

Peralatan dan Anggaran Minim

Syaiful menyebutkan, selain pemeliharaan jalan rutin, guna mengantisipasi bencana di Kabupaten Solok, dibutuhkan tambahan peralatan yang selalu siaga jika terjadi bencana di daerah tersebut, seperti beco louder,escavator mini, dump truk dan terado kecil.

“Kita perlu alat berat yang lengkap dan dump truck untuk mangatasi bencana alam secepat nya. karena saat ini alat-alat sudah tua dan perlu ada pengadaan yang baru. Alat ini tidak disewakan dan slalu disiagakan. Tentunya  tidak terlepas juga dengan biaya operasional yang memadai serta SDM yang ahli dengan peralatan tersebut,” ucapnya.

Sedangkan untuk perbaikan jalan, kata dia, bisa melalui dana pemeliharaan  jalan rutin khusus untuk ruas jalan yang kecil-kecil saja. Karena alokasi dana cukup kecil dibandingkan panjang ruas jalan yang harus dipelihara.

“Saat ini alokasi anggaran yang ada hanya Rp1,2 miliyar. Sedangkan idealnya Rp8 miliyar pertahun jika jalan mantap 60 persen. Sementara untuk bencana besar, bisa melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang ada pada Badan Keuangan Daerah (BKD),” terangnya.

Saat ini, ruas jalan mantap dengan kondisi baik dan sedang sepanjang 692,07 Km atau 59,024 persen dari total ruas jalan yang ada di Kabupaten Solok. Dengan perincian 472,07 km (40,261% ) dalam kondisi baik dan 220 km (18,763%) dalam kondisi sedang.  Sedangkan jalan dalam kondisi rusak ringan sepanjang 97,54 km (8,319 %) dan sepanjang 382,91 km (32,657%) saat ini dalam kondisi rusak berat.

Reporter: Ismardi

Artikel sebelumyaNekat Mudik Dengan Perahu, Tiga Perantau Sumbar Tewas Tenggelam, Begini Kisahnya
Artikel berikutnyaMendekati Zona Merah, Skor Penanganan Covid-19 di Kabupaten Solok Kian Memburuk