Lakukan Pemerasan Lewat Medsos, Tim Jardit Polres Solsel Ringkus Pelaku Cybercrime

Tersangka dihadirkan saat konfrensi pers di Mako Polres Solsel.

SOLOK SELATAN–Tim Hajar Bandit (Jardit) Polres Solok Selatan (Solsel) berhasil mengungkap pelaku tindak kejahatan di dunia maya (Cybercrime), dengan mengancam dan melakukan pemerasan terhadap korban. Tersangka Yandri (34) harus mempertanggungjawabkan kejahatan yang dilakukannya melalui dunia maya tersebut.

Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisadianto melalui Wakapolres, Kompol Ediwarman dan didampingi Kasat Reskrim Iptu M.Arvi kepada wartawan saat Konfrensi Pers di Mako Polres setempat, Kamis (12/3/2020) mengatakan, tersangka Yandri (34) menemukan foto-foto seksi korban memakai pakaian tidur transparan dan memperlihatkan bagian vital daerah dada.

Berawal ketika Tersangka pada 2016 membeli Handphone (HP) Blackberry di wilayah Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Lalu, didalam HP tersebut didapati oleh Pelaku foto seksi milik korbannya. Sejak saat itu, tersangka berupaya mencari pemilik foto tersebut.

Pada tahun 2018, ia berhasil menemukan akun Facebook korban, dan tersangka mengirimkan Chat. Foto-foto korban dikirim melalui pesan Facebook. Lalu, mengancam korban akan menyebar jika tidak dikirim pulsa tiap bulannya.

“Korban diperas untuk mengirim pulsa pada Tersangka setiap bulan Rp200 ribu. Jika tidak dikirim pulsa, maka foto seksi itu bakal disebar melalui media sosial Facebook,” terang Kapolres.

Lantaran takut  foto seksinya tersebar, korban memenuhi permintaan Yandri. “Pulsa rutin dikirim Rp200 ribu tiap bulan oleh korban semenjak April 2018, sampai saat ini hingga mengalami kerugian Rp4.200.000,” tambahnya.

Kasat Reskrim Polres Solsel, Iptu M.Arvi menambahkan jika tersangka juga melakukan dua perkara kejahatan lainnya di Media Sosial. Pertama terhadap korban perempuan IMS (17) dengan cara membajak akun Facebook milik IMS dan menyebar foto tidak senonoh korban melalui Grup Facebook.

Kedua, terhadap korban perempuan YF (21), foto YF diedit lalu disebar seolah itu foto korban. “Kedua korban ini tidak diperas namun karena Pelaku kesal karena tidak dilayani chating dan videocall oleh kedua korban. Tersangka ini naksir,” tuturnya.

BACA JUGA:  Kasus Dugaan Korupsi Dana Koni Masih Prioritas Polres Pessel

M.Arvi mengatakan, keberhasilan Tim Jardit Polres Solsel dalam membongkar tindak kejahatan cyber itu tidak lepas dari peran Katim Jardit, Aipda Salfita Hendri.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, Tersangka diancam enam tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar. Sesuai Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Reporter: Jefli Bridge

Editor: Malin Marajo

 

Facebook Comments

loading...