Kunjungi Nagari Bonjol, Bupati Sutan Riska Laporkan Progres Pembangunan Dharmasraya

Bersama sejumlah kepala OPD, bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengitari jalan nagari Bonjol

DHARMASRAYA – Melakukan serangkaian kunjungan kerja ke nagari Nagari Bonjol, Kecamatan Koto Besar bersama sejumlah kepala kepala organisasi pimpinan daerah (OPD)  diantaranya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Junaidi Yunus, Kepala Dinas Pertanian, Darisman, dan Kepala Dinas Pendidikan, Marius. Serta turut pula hadir Kepala Baznas Dharmasraya, A. Gani, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan menyempatkan waktu melaporkan progress pembangunan selama 4 tahun kepemimpinannya , Jumat (5/7).

Sutan Riska Tuanku Kerajaan, menyebutkan,  kedatangan dirinya bersama sejumlah kepala OPD ke Nagari Bonjol, sejatinyauntuk meningkatkan  silaturahim dengan masyarakat. Tetapi kunjungan itu juga diarahkan untuk  mendengarkan aspirasi, sekaligus menyampaikan informasi pembangunan serta berbagai program pemerintah sangat penting diketahui oleh masyarakat.

Kedatangan rombongan bupati disambut pemerintah nagari Bonjol di kantor wali nagari setempat. Hadir pula pada  kesempatan itu perangkat nagari, kecamatan serta para ninik mamak se Kanagarian Bonjol.

Dihadapan pemuka masyarakat setempat, Sutan Riska mengku akan selalu berupaya memacu pembangunan di nagari, utamanya di bidang infrastruktur, termasuk di Nagari Bonjol. ” Khusus Nagari Bonjol, saat ini ada beberapa pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan. Seperti pembangunan jalan di seberang batang Siat dan rumah gadang Sendi Kerajaan Koto Besar,” ujar bupati.

Selain infrastruktur, masalah pertanian sawah juga menjadi poin penting disampaikan bupati Sutan Riska. Pada bidang Pertanian, pemerintah daerah akan mencetak kembali 33 hektar lahan bekas cetak sawah di tahun 2015, yang tidak dapat digunakan oleh masyarakat setempat.

Dipastikan, melalui progam Dinas Pertanian, lahan sawah yang tidak dapat digunakan itu akan kita cetak kembali. Pihaknya ingin sawah tersebut bisa diolah dan membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. “ Selain itu, nanti kita juga akan melakukan pengembangan perkebunan jagung dan manggis di Nagari Bonjol,” tambah Sutan Riska.

BACA JUGA:  Yayasan Saleema Foundation Tinjau Lokasi Islamic Boarding School Pessel

Pada bidang pendidikan, harapan masyarakat Nagari Bonjol selama ini terkait pembangunan ruang kelas di SD 15 dan SD 02, serta pembangunan pagar sekolah dan pemondokan guru, ditanggapi langsung oleh bupati, dan akan dianggarkan langsung dalam pembahasan APBD 2020 mendatang.

Ditengah geliat pembangunan infrastruktur terus diupayakan pemerintah daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting. Maka dari itu, dalam kesempatan tersebut bupati juga menekankan tentang pentingnya pendidikan kepada masyarakat.

Bupati berharap tidak ada anak Dharmasraya putus sekolah, apalagi sampai tidak bersekolah alasan miskin. Sebab, pemerintah Dharmasraya  telah menerapkan Satu Sarjana Satu Rumah,  dengan syarat kuliah di Universitas Negeri.

Sutan Riska yang juga pernah tercatat sebagai Bupati termuda itu menegaskan jangan ada lagi  masyarakat sedang sakit tidak bisa berobat, karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Semua persoalan kemasyarakatan itu  ada jalan keluarnya, setidaknya  melalui dana Baznas daerah Dharmasraya, semua bisa diatasi.”Jangan ragu dengan program pemerintah daerah untuk kemakmuran masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, bupati juga menyempatkan diri menemui mahasiswa KKN-PPM Unand, sedang melaksanakan praktek lapangan. Setelah itu, dilanjutkan dengan safari Jum’at di masjid Nagari setempat.

Reporter  : S. Hanif

Editor      : Melatisan

Facebook Comments

loading...