Korban Kerusuhan Wamena Dimudahkan Mengurus Dokumen Kependudukan di Pessel

5
Bupati Hendrajoni didampingi Kadis Perikanan Pessel Andi Syafinal dan Wakil Ketua DPRD Aprial Habbas bersama nelayan

PAINAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) bakal memudahkan layanan dokumen kependudukan hingga pelayan publik bagi warganya yang menjadi korban kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.”Layanan ini tidak hanya mengenai dokumen kependudukan saja, namun juga untuk sekolah dan keperluan lainnya,” ujar Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni di Painan, Minggu (6/10).

Selain itu, ia juga berencana untuk melakukan sejumlah opsi sebagai upaya memulihkan kembali perekonomian mereka di kampung halaman pasca kerusuhan yang terjadi di Wamena.  “Sebelumnya kita sama-sama mendengar kabar duka bagaimana peristiwa tragis yang terjadi di Wamena. Selamat saja dari kejadian itu, kita semua sudah mengucap syukur. Saat ini mereka tidak punya harta benda lagi, tentu harus memulai lagi dari awal,” ucapnya lagi.

Menurut Bupati, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keberpihakan terhadap para korban asal Pessel di Wamen. Hingga kini ia mengakui pihaknya terus menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat pemerintah pusat dan Kabupaten Jayawijaya, Papua. “Nanti apakah Pemkab Pessel memperkuat para korban dengan modal usaha atau dengan meningkatkan keterampilan mereka melalui pelatihan-pelatihan, yang jelas mereka ini bakal kami perlakukan khusus,” tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun bagian Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pessel, sebanyak 232 perantau asal Pessel di Wamena sudah pulang ke kampung halaman masing-masing, 132 orang pulang pada 3 Oktober 2019, 100 orang pada 4 Oktober dan pada Sabtu 5 Oktober dipulangkan pula sebanyak 10 orang.

BACA JUGA:  Sembari Buka Ikan Larangan, Anggota DPRD Pasaman Yulisman Jemput Aspirasi Rakyat

Selai itu, juga terdapat sebanyak sembilan orang warga setempat yang meninggal dunia pada insiden berdarah tersebut. Delapan diantaranya dimakamkan di Pesisir Selatan dan satunya lagi karena berbagai pertimbangan akhirnya dimakamkan di Wamena.

Sebagai bentuk kepedulian masing-masing ahli waris para korban diserahkan santunan sebanyak Rp9 juta, Rp5 juta dari Pemkab dan sisanya Rp4 juta dari Baznas Pesisir Selatan.

Reporter: Okis Rockin

Editor    : Malin Marajo

Loading...
loading...