Korban Abrasi di Amping Parak Sutera, Terima Bantuan BAZ Pessel

14
Ketua Baznas Pessel Yuspardi menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wali Nagari Ampiang Parak Yusmardi untuk pasangan suami istri (Pasutri) Marsijon (45) dan Mayati (40).

PAINAN, HALUAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesisir Selatan, menyalurkan bantuan untuk pembangunan rumah pasangan suami istri Marsijon (45) dan Mayati (40). Keluarga ini merupakan korban terdampak abrasi di Kampung Ujung Air, Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera.

Ketua Baznas Pessel, Yuspardi menyebutkan, Marsijon merupakan salah satu kepala keluarga di Kampung Ujung Air yang rumahnya turut hancur akibat terjangan abrasi sejak beberapa tahun terakhir di daerah itu.

“Ya, keluarga ini tidak ada biaya untuk membangun kembali rumahnya. Sehingga kami dari pengurus Baznas Pessel menyalurkan bantuan agar korban bisa membangun rumah baru,” ucapnya di Painan, Senin (12/8).

Lebih jauh dijelaskan, total bantuan Baznas untuk Marsijon (45) dan Mayati (40) adalah sebesar Rp20 juta. Untuk tahap awal, bantuan bakal diserahkan sebanyak Rp 10 juta, dan sisanya akan disalurkan jika dana awal yang diberikan selesai digunakan.

“Jadi, penyerahan bantuan ini ada 2 tahap. Sisa Rp 10 juta ini, akan kami salurkan setelah pelaksanaan pembangunan berjalan sebesar 50 persen. Kami menyarankan rumah yang akan mereka bangun ini, berada pada lokasi yang aman sehingga jauh dari ancaman abrasi,” tutur Yuspardi.

Sementara itu, Marsijon mewakili keluarga mengaku sangat senang dan berterima kasih atas perhatian Baznas, khususnya Bupati Pessel Hendrajoni dan jajaran.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga pada Baznas dan Pak Bupati atas kepedulian ini. Sebab, melalui bantuan ini kami bisa kembali membangun rumah yang baru,” ujarnya.

BACA JUGA:  Salah Kebijakan, Pembangunan RSUD M. Zein Painan Tak Dilanjutkan

Ia menambahkan, setelah rumah tersebut selesai dibangun, ia mengatakan tidak akan lagi menumpang dirumah mertua ataupun kerabat lainnya. “Setelah selesainya pembangunan rumah ini, saya bersama istri dan anak-anak kembali bisa berkumpul ditempat yang lebih aman,” katanya.

Sebelumnya, dikabarkan satu keluarga di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, pasangan suami istri (Pasutri) Marsijon (45) dan Mayati (40) rumah mereka ambruk diterjang gelombang laut, sejak 9 Oktober 2018. Akibatnya, keluarga tersebut terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

“Saya dan istri serta empat orang anak sekarang tinggal menumpang dirumah mertua. Karna rumah kami tidak bisa ditempati lagi akibat dihantam gelombang,” ucap Mayati saat ditemui wartawan dikediamannya, Rabu (7/8).

Ia mengatakan, sejak musibah itu terjadi hingga kini belum ada tanggapan dari pihak manapun termasuk pemerintah daerah. Padahal, lanjut dia, pasca kejadian berbagai instansi ikut melihat dan memantau rumahnya yang ambrol. Bahkan, Bupati Pessel Hendrajoni sempat menjanjikan akan memberikan bantuan rumah.

“Ya, saat itu Pak Bupati melihat langsung, beliau menyampaikan akan membangun kembali rumah baru. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapannya,” tuturnya dengan nada polos.

Mayati menyebutkan, terkait syarat-syarat dan prosedur oleh pemerintah daerah sudah dilengkapinya. Bahkan, sudah dua kali ia mengajukan proposal melalui pemerintah nagari. “Benar, proposal sudah dua kali saya berikan ke pemerintah nagari. Tapi hingga kini belum ada jawaban. Namun, kami tetap ikhlas menunggu walaupun sudah banyak dijanjikan,” katanya lagi.

Lebih jauh diceritakan, hingga kini ia beserta suami belum terpikir untuk membangun rumah baru. Sebab, secara ekonomi suaminya hanya bekerja sebagai nelayan lepas dan penghasilannya hanya pas-pasan.

“Untuk menyekolahkan dua putri kami yang duduk dibangku sekolah SD dan SMA saat ini kami masih sulit. Apalagi untuk membangun rumah baru,” ujarnya.

BACA JUGA:  Jurnalis dan Humas Pemkab Sijunjung Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

Bahkan melihat kondisi saat ini, ia sangat berharap janji Bupati Hendrajoni yang pernah disampaikan itu bisa terealisasi secepatnya.

“Ya, hanya itulah tumpuan harapan kami. Jika memang ada bantuan, syukur Alhamdulillah. Sebab, kami mendengar kabar ada warga di Kambang, Kecamatan Lengayang yang rumahnya hangus terbakar dan itu sudah dibangunkan kembali,” ucapnya penuh harap.

Terpisah, Wali Nagari Ampiang Parak, Yusmardi membenarkan kondisi itu, menurut dia keterangan yang disampaikan pasutri tersebut memang benar adanya.

“Jika tidak ada tanggapan dari pemerintah kabupaten, rencananya 2020 ini akan kami anggarkan menggunakan dana desa (DD). Nanti, bakal kami usulkan melalui Musrenbang Nagari melalui perubahan,” katanya saat dihubungi wartawan di Painan.

Reporter: OKIS ROCKIN

Editor: MALIN MARAJO

 

Loading...
loading...