Kisah Korban Kerusuhan Wamena Papua: Mimpi Aneh Sang Ibu (2)

PAINAN–Sepekan jelang kepergian ketiga orang putranya yang menjadi korban kerusuhan di Wamena Papua,  Raulis  sering bermimpi aneh. Mimpi yang sama berulang-ulang terjadi.

Ia mengaku kehilangan tiga ekor Ayam Jantan, kemudian mimpi melihat bunga warna-warni bertebaran di dalam rumah bermekaran dan wangi. “Ya, saya berpikir mimpi itu hanyalah bunga tidur,” tuturnya lirih dengan wajah sembab dikarenakan terlalu sering menangis

Pada Jumat sore itu, cuaca terlihat mendung di Padang Cupak, Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Raulis bersama suaminya Kasdir 70 tahun, tak henti-hentinya disalami para pelayat, tetangga dan kerabat yang turut berbelasungkawa atas tragedi keluarganya di Wamena.

Perempuan itu berusaha kuat dan tegar menahan air matanya, tapi kantung mata yang kendur itu tak sanggup lagi. Sesekali bulir bening itu jatuh juga ke pipi.  Kecamuk batin tampak jelas di raut wajahnya. Namun apa daya, ia hanya bisa pasrah menerima cobaan tersebut, meski belum sepenuh hati ikhlas.  “Padahal sebelum hari kejadian itu, ia bakal mengirim uang, tapi yang dikirim justru jasadnya,” katanya lagi.

Di lokasi terlihat pelayat tumpah ruah memadati rumah Raulis. Halaman rumah dibanjiri pelayat dari berbagai penjuru, termasuk tim Pemkab Pessel. Para pelayat berdatangan sejak sore. Menjelang malam, kerumunan warga masih ramai menunggu kedatangan mobil ambulan pembawa jenazah. Sesekali terdengar suara berbisik warga sekitar yang penasaran kapan datangnya.  “Informasinya, hari ini sudah sampai. Tapi mana mobil ambulannya,” ucap seorang laki-laki paruh baya bertanya pada pelayat disebelahnya

Tak berselang lama, perlahan terdengar sirine mobil ambulan membawa jenazah. Makin lama semakin jelas suaranya. Saat mobil pengangkut empat jenazah itu sampai, tangis pun pecah. Bahkan diantara keluarga korban ada yang tak sadarkan diri.  Sejumlah pemuda berbadan tegap berduyun mendekati mobil jenazah dan membantu mengangkat peti jenazah.

BACA JUGA:  Bupati Gusmal: Niniak Mamak Harus Tingkatkan Peran Dalam Nagari

Tapi, Raulis dan Kasdir justeru menjauh. Ia tak tahan melihatnya, seluruh tubuhnya melemas, tulang-belulang serasa rapuh saat itu. Ia mendekap erat anak-anaknya yang lain, seakan tak mau ditinggalkan lagi.

Penulis : OKIS ROCKIN

Facebook Comments

loading...