Beranda Agama Khutbah Idul Fitri, H.Irwandi Nashir: Takbir dan Tahmid Pondasi Agama

Khutbah Idul Fitri, H.Irwandi Nashir: Takbir dan Tahmid Pondasi Agama

Idul Fitri
Ustad H. Irwandi Nashir saat menyampaikan khutbah Idul Fitri di hadapan ribuan jamaah Masjid Tablighiyah Garegeh Kota Bukittinggi, Kamis (13 Mey 2021).

Beritanda1–Idul Fitri sejatinya tidak sekedar dimaknai sebagai hari kembali makan dan minum di siang hari, namun lebih dari itu.  Idul Fitri adalah hari yang dapat menjadi titik balik bagi kita untuk  menjadi insan yang benar-benar bertakbir atau mengagungkan Allah Ta’ala dan bertahmid atau bersyukur kepada-Nya.

Dua perkara penting ini merupakan perintah Allah Ta’ala manakala kita telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan sebagaimana wahyu-Nya yang diabadikan di penghujung ayat ke 185 dalam surah Al-Baqarah.

Demikian disampaikan Ustadz H. Irwandi Nashir dihadapan ribuan jamaah  Masjid Tablighiyah Garegeh Kota Bukittinggi, Kamis (13 Mey 2021). Dalam khutbah Idul Fitri yang  bertajuk Takbir dan Tahmid sebagai Pondasi Beragama, dosen IAIN Bukittinggi ini menyampaikan bahwa bertakbir dan bertahmid bukan sekedar dilafadzkan, tapi ia mesti menjadi keyakinan yang dibuktikan melalui amal dan tindakan.

“Insan yang bertakbir adalah pribadi yang mengagungkan Allah Ta’ala sehingga istiqomah di atas syari’at yang mengandung aturan Allah Ta’a untuk dipatuhi oleh manusia”, jelasnya.

“Sementara itu, insan yang bertahmid adalah insan yang pandai mensyukuri nikmat Allah Ta’ala”, tegasnya.

Ditambahkannya, bertakbir dan bertahmid merupakan dua aspek yang menjadi landasan beragama. Tanpa landasan takbir dan tahmid, jelasnya, bangunan berupa syari’at Allah Ta’ala tak akan berwujud dalam perilaku seorang manusia.

“Ajaran agama Islam hanya akan diamalkan dengan sempurna atau kaffah oleh  insan yang mengagungkan Allah Ta’ala dan pandai mensyukuri nikmatNya”, jelas da’i asal Kabupaten Tanah Datar ini.

Menurut pengurus Masjid Tablighiyah kota Bukittinggi, H. Afdal, Ustadz H. Irwandi Nashir menjadi khatib Idul Fitri perdana di masjid Tablighiyah yang baru. Masjid Tablighiyah yang berhasil dibangun dalam tempo tiga tahun itu kini menjadi masjid terbesar di kota Bukittinggi.

BACA JUGA:  Antisipasi Demo, Kawat Berduri Dipasang Depan Gedung DPRD Sumbar