Keren, UMMY Solok Gelar Seminar Internasional ICoMSLED Dengan Pembicara Dari Empat Negara

Rektor UMMY Solok Prof. Dr. Ir, Syahro Ali Akhbar MP, menyampaikan sambutan dihadapan Narasumber, wakil Walikota Solok, Bupati Solok dan peserta seminar Internasional ICoMSLED 2019 di kampus utama Jln jendral sudirman Kota Solok, Selasa (22/10).

SOLOK—Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok menggelar seminar internasional pertama bertajuk The First International conference on mathematics, Science, Language, and economics in education (ICoMSLED), Selasa (22/10).

Kegiatan yang digelar di aula lantai tiga gedung utama di jalan jendral Sudirman Kota Solok tersebut diikuti oleh para peserta dari akademisi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan swasta di Sumatera dan Jawa serta para guru dan mahasiswa.

Sementara pembicara berasal terdiri dari Prof.Dr.H Herri, SE, MBA dari LL Dikti Wilayah X, Prof. Gillian Kidman Monash University Australia, Prof Nozawa Kazunori dari Ritsumeikan  University Jepang, TS, Dr. Yuseni bin Ab Wahab dari Universiti Collage of Islam Malacca Malaysia dan Dr. Gumpanat Borriboon dari Srinkharinwirrot University Bangkok  Thailand serta sebanyak 78 orang pemakalah dari berbagai perguruan tinggi peserta.

Dengan tema Education Challenge in Industrial revolution 4.0, kegiatan ini merepresentasikan dan mengedukasi tantangan global dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Berbagai tantangan terkait penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di era digital menjadi diskusi hangat dalam  seminar yang digelar selama dua hari ini. Kehadiran para akademisi dari luar negeri otomatis akan mendorong para peserta yang tak hanya berasal dari UMMY tersebut untuk menggali potensi ilmiah dari para pembicara.

Seminar itu dibuka oleh wakil wali kota Solok Ir. Reinier MM Dt. Intan Batuah dan dihadiri oleh Bupati Solok yang diwakili oleh staff Ahli Bupati Syafrizal, SE,MM, ketua DPRD Kota Solok yang diwakili oleh Rahmadhani Kirana Putra SE,MM, ketua dewan pengurus Yayasan Prof Mahaputra Muhammad Yamin, Suryadi Asmi, para wakil rektor, dekan dan pejabat di lingkup UMMY Solok.

Terhadap kegiatan itu, ketua dewan pengurus yayasan Mahaputra M. Yamin Suryadi Asmi memandang, tantangan revolusi industri 4.0 tak lepas dari peran perguruan tinggi. Apa yang dilaksanakan hari ini memiliki arti yang sangat besar dari peningkatan SDM di UMMY Solok. “Kami sebagai pengurus yayasan mendorong UMMY dan pergruan Tinggi lainnya yang ikut dalam konferensi internasional ini dalam memaksimalkan kegiatan ini demi penguatan SDM perguruan tinggi,” ujar mantan Dirut Bank Nagari ini.

BACA JUGA:  Normalisasi Batang Panamban dan Pelabuhan Tluk Pulai Mendesak

Searah dengan itu, Wawako Solok Ir.Reinier MM Dt. Intan Batuah bahkan mengaku takjub, pasalnya dalam empat tahun kepemimpinannya di kota Solok, hari ini menjadi sangat luar biasa. Hal itu dilihat dari  kehadiran orang-orang hebat dari berbagai perguruan tinggi luar negeri hadir di kampus tersebut.

“UMMY adalah asset pengembangan SDM daerah. Hal itu dibuktikan hari ini. Ketiadaan SDA bisa kita jawab dengan penguatan SDM dan kami yakin UMMY menjawab tantangan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya Solok kedepan harus menjadikan UMMY sebagai sentra pembangunan SDM masyarakat. Pemko bahkan akan menyiapkan tanah 10 hektar untuk pengembangan kampus UMMY. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen bagaimana lulusan UMMY bisa ditampung di pemerintah daerah. “Kami yakin putra terbaik dari UMMY siap membangun Kota dan Kabupaten Solok di masa mendatang. Ini lebih baik ketimbang mendatangkan SDM dari luar. Banyak alumni UMMY yang sudah berkiprah di pemerintah daerah,” bebernya.

Terkecuali itu, pihaknya meminta UMMY memanfaatkan kegiatan ini untuk peningkatan kemampuan SDM, ilmu pengetahuan dari para pembicara dari luar negeri.

Sementara itu, Rektor UMMY Prof. Dr. Ir. Syahro Ali Akhbar, MP mengatakan, kegiatan seminar internasional ini merupakan pertama kali digelar sejak kampus itu berdiri pada tahun 1984 silam. Dengan mendatangkan keynote speaker dari empat Negara dan 1 dari Indonesia. “Harapannya, tentu masyarakat luas akan lebih mengenal Solok ke depan. Bahwa di Solok ada ada perguruan tinggi yang mampu membawa keynote speakers secara gratis,” ucap Syahro.

Dengan adanya seminar berbahasa inggris ini tentunya  memiliki dampak yang besar terhadap kemajuan UMMY di masa mendatang. Terutama bagi peningkatan SDM Dosen dan Mahasiswa.  Khusus bagi dosen, pihaknya kini tengah konsen mendorong pengembangan potensi dan pendidikan para dosen ke jenjang yang lebih tinggi.

BACA JUGA:  Tinjau Pembangunan Jaringan Irigasi, Bupati Sutan Riska Harapkan Nagari Simalidu Menjadi Sentra Produksi Pangan dan Ikan

“Mengacu kepada surat menristek dikti, staf pengajar minimal harus berpendidikan S3, makanya kami terus mendorong para dosen pengajar di sini bagi yang masih S2 untuk mengambil pendidikan S3 dan mereka juga termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggrisnya dengan baik,” jelasnya.

 

Reporter: MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...