Keren, KWBT Mandeh Masuk Nominasi Ajang ISTA 2019

kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan. ist

PAINAN—Warga kabupaten Pesisir Selatan patut berbangga hati. Pasalnya, Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, yang kini jadi ikon daerah setempat masuk nominasi pada ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2019.

“Alhamdulillah, KWTB Mandeh terpilih sebagai nominasi ISTA bersama 37 destinasi wisata yang ada di Indonesia,” ujar Bupati Pessel Hendrajoni di Painan, Rabu (10/7).

Menurut Bupati, terpilihnya Mandeh sebagai nominasi ISTA 2019 semakin menegaskan bahwa kawasan wisata yang terkenal dengan pesona keindahan alamnya itu semakin dikenal dan diakui secara nasional maupun internasional.
“Semoga Mandeh terpilih sebagai pemenang anugerah ISTA 2019 ini,” ucapny penuh harap.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pessel, Hadi Susilo menyebutkan, sebanyak 37 destinasi wisata yang ada di Indonesia, yang masuk nominasi ISTA adalah, Lombok Barat (Desa Wisata Sesaot), Sumbawa Barat (Alam Asri Jelenga), Sikka (Desa Wisata Koja Doi), Raja Ampat (Budaya Sasi Masyarakat Adat), Kepulauan Kafiau (Kearifan lokal dalam konservasi dan pariwisata), Kampung Wisata Saproken Forest Park, (Kelompok Geowisata Piaynemo).

Selanjutnya, Manado (Siladen Resort dan Spa) serta Pesisir Selatan (Kawasan Mandeh). Pendaftaran peserta ISTA dilaksanakan di Kementerian Pariwisata RI pada Maret dan Mei lalu, selama masa pendaftaran, diperoleh peserta sebanyak 263 destinasi di Indonesia.

“Setelah dilakukan seleksi kemudian menetapkan hasilnya menjadi 37 destinasi sebagai nominasi penerima ISTA, salah satunya termasuk Kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan,” kata Hadi.

Ia menjelaskan, destinasi wisata terpilih sebagai nominasi akan dilakukan penilaian oleh Tim dari ISTA.
Menurut dia, ISTA merupakan penghargaan dari Kementerian Pariwisata untuk destinasi yang telah menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan. Ajang ISTA diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata untuk ketiga kalinya tahun ini dan terbuka untuk seluruh pengelola destinasi pariwisata baik pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan maupun masyarakat lokal.

BACA JUGA:  TMS, Iriadi Datuak Tumanggung Gagal Bertarung di Pilkada Solok 2020

Selain itu, ajang ISTA juga bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat serta para pelaku pariwisata mengenai pembangunan pariwisata berkelanjutan serta memberikan apresiasi kepada destinasi-destinasi yang telah menerapkan prinsip pariwsata berkelanjutan.

Para pemenang ISTA nantinya akan diumumkan pada malam penganugerahan 27 September 2019, serta berhak memenangkan hadiah dengan total Rp 1 miliar. Selanjutnya, pemenang berhak ikut ajang penghargaan serupa ditingkat ASEAN yaitu ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA)

“Pemberian penghargaan ISTA sejalan dengan rencana strategis pembangunan pariwisata nasional dan global yang menjadikan pariwisata berkelanjutan sebagai dasar dan arah pengembangan untuk membangun dan meningkatkan kesadaran, memberikan apresiasi untuk destinasi, mempromosikan destinasi, mengetahui destinasi yang telah menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan dan lain sebagainya,” ucapnya.

Reporter : OKIS ROCKIN
Editor : MALIN MARAJO

Facebook Comments

loading...