Keren. Kukuhkan KPAN, Nagari Cupak Menuju Nagari Bersinar

37

AROSUKA—Bersamaan dengan pengukuhan kelompok penggiat anti narkoba, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang pun dijadikan sebagai salah satu nagari Bersinar (bersih dari narkoba) di Kabupaten Solok. Pengukuhan  KPAN Cupak dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Solok, Minggu (8/12).

Kepala BNN Kabupaten Solok,Azizurrahman mengatakan nagari bersinar adalah nagari yang mempunyai program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang dilakukan secara masif.

“Keberhasilan nagari bersinar tergantung dari keaktifan kelompok penggiat anti narkoba dalam melakukan sosialisasi dan pencegahan ke masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu dalam mewujudkan Nagari Bersinar di Cupak dibentuklah kelompok penggiat anti narkoba, dan akan dikukuhkan sebanyak 53 orang.

Kelompok penggiat anti narkoba ini sudah dibekali pengetahuan tentang bahaya narkoba dan sanksi penggunaannya. Pihaknya memilih penggiat anti narkoba yang berasal dari tokoh-tokoh masyarakat, seperti Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang dan Tokoh Pemuda.

Sebab Niniak Mamak bisa melakukan sosialisasi kegiatan narkoba dalam rapat adat, Alim ulama dapat menyosialisasikan bahaya narkoba dalam ceramah dan Bundo Kanduang bisa menyosialisasikan bahaya narkoba pada arisan Ibu-ibu.

Saat ini, BNN Kabupaten Solok,  baru bisa membentuk enam kelompok penggiat anti narkoba di Nagari Lolo, Surian, Koto Baru, Saniang Baka, Cupak, dan Singkarak. “Nagari yang dipilih untuk membentuk kelompok penggiat narkoba yaitu nagari yang rawan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Dia berharap dalam pengembangan Nagari Bersinar dan Kelompok Penggiat Anti Narkoba di nagari lain, pemerintah nagari dapat menggunakan dana desa dalam menganggarkan kegiatan dan sosialisasi pemberantasan narkoba.

BACA JUGA:  Harganas XXVI, Bupati Pasaman Lounching Gerakkan 1821

Azzizurahman mengatakan peredaran narkoba telah meraja lela dan merusak generasi muda, sehingga perlu banyak sosialisasi dan pencegahan. Hingga kini, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke 30 nagari, melakukan enam kali penangkapan, dan sudah merehabilitasi 62 orang.

Menurutnya, rehabilitasi tidak dibebankan biaya, tapi hanya transportasi dari asal ke tempat rehabilitasi yang harus dibayar keluarga pecandu narkoba.

Sementara itu, salah seorang tokoh pemuda setempat Hendra Ferizal Dt. Intan Sati berharap terbentuknya KPAN di Nagari Cupak merupakan harapan sudah dipikirkan sejak lama.

Apalagi, kata dia nagari Cupak  merupakan salah satu nagari yang juga rentan penyalahgunaan narkoba. “Terbentuknya KPAN ini membawa angin segar bagi pemberantasan narkoba di kalangan generasi muda Nagari Cupak. Kami ingin semua elemen masyarakat nagari turun bersama KPAN dalam mensosialisasikan bahaya narkoba di tengah masyarakat,” ujar guru perguruan Silek Limbago Budi ini.

Loading...
loading...