Kepemimpinan Pengusaha

14

Oleh: Ukma Elsa Dias

Di laman Facebook sebuah akun buzzer di tulis ajakan untuk memilih calon bupati tertentu dengan alasan profesinya sebagai “pamong senior”, lalu di tambah dengan profesi pengusaha atau politisi sebagai pasangan yang pas.

Sebenarnya, seberapa besar sih profesi mempengaruhi kepemimpinan seseorang?

Hemat saya, mungkin bukan profesi. Tetapi lebih pada dunia keseharian. Bagi yang suka dengan paradigma Sosiologi Durkheim dan Marx, pasti setuju dengan aksioma bahwa struktur yang mempengaruhi dan membentuk cara berfikir dan bertindak seseorang.

Tentu berbeda dengan mereka yang menganut weberian, agent lah yang membentuk struktur. Saya sendiri lebih suka yang pertama. Dan dengan alasan ini, dalam konteks kepemimpinan di Kabupaten Solok ke depan, saya menyimpulkan profil pengusaha lebih dibutuhkan daerah penghasil beras itu dibanding birokrat atau politisi.

Kenapa? Ya itu tadi,dunia kepengusahaan membentuk karakter seseorang.Mereka yang memilih pengusaha sebagai profesi pasti paham bahwa logika induktif menjadi tradisi penting dalam menjalankan pekerjaannya.

Logika induktif menuntut seseorang uuntuk peduli pada detil agar kesimpulan dan pengambilan keputusan tidak keliru. Logika induktif juga membuat seseorang bertindak berdasarkan kondisi objektif dibanding memaksakan ide pada realitas.

Kaum pengusaha juga secara instinktif terlatih berfikir strategis namun piawai bertindak taktis. Dan yang tak kalah pentingnya, para enterpreneur ini selalu membuat ukuran ukuran keberhasilan, merumuskan indikator progres dari sebuah kegiatan. Ini pula yang menyebabkan mereka selalu sukses mengoperasikan tindakan dibanding orang lain yang cenderung menyamankan diri dengan berfikir normatif.

***Penulis Pemerhati Masalah Sosial dan Politik

BACA JUGA:  Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Anak Melalui Pendampingan Penggunaan Teknologi di Era Digital
Loading...
loading...