Kemarau Panjang, Polisi dan Masyarakat Sangir Batang Hari Solsel Gelar Salat Istisqa

23
Anggota Polres Solsel saat menggelar sholat istisqa bersama masyarakat di kec. Sangir Batang Hari, Minggu (18/8). JO

SOLOK SELATAN—Kemarau panjang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Solok Selatan, membuat ratusan hektar lahan pertanian masyarakat terancam gagal panen. Menyikapi tu, jajaran Polres Solsel bersama masyarakat kecamatan Sangir Batang Hari melaksanakan Salat Istisqa (salat meminta hujan), Minggu (18/8).

Pelaksanaan Salat Istisqa dipusatkan di aliran Sungai Batang Sangir Jorong Kapalo Koto Nagari Abai. Selain aparat kepolisian, Salat Istisqa juga diikuti masyarakat, Ninik mamak, tokoh pemuda dan Camat serta para alim ulama di kecamatan Sangir Batang Hari.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meminta hujan karena masyarakat mengalami keringan sehingga kebutuhan pangan dan pakan masyarakat terganggu. Sedikitnya diikuti tiga ratusan warga,” ucap Waka Polres Solsel, Kompol Edi Warman, M.H.

Edi Warman berharap hujan segera turun agar masyarakat tidak kesulitan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk kebutuhan pertanian.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Solsel, Dicky Nanda Utama mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bersama instansi terkait lainnya akan mengoperasikan tangki untuk kebutuhan air bersih warga.

“Pada Kamis (15/8), kami turun bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) ke wilayah yang terdampak bencana kekeringan. Jika tidak juga kunjung turun hujan dalam waktu dekat tim akan menurunkan tangki air bersih,” sebutnya.

Dicky mengatakan, TRC Kabupaten ini terdiri dari BPBD, Pol PP dan Damkar dan Dinas Sosial. Dijelaskannya, dalam dua pekan terakhir, berkembang informasi bahwa sejumlah nagari di Solsel mengalami bencana kekeringan musim kemarau. Selain Nagari Bidar Alam atau Padang Air Dingin di Kecamatan Sangir Jujuan, wilayah lain yang ditenggarai mulai mengalami kekeringan ada di Sungai Kunyit, Sungai Kunyit Barat dan Talunan Maju.

BACA JUGA:  Selesaikan Kesalahpahaman, Bupati dan Wabup Pasaman Berdamai

Namun demikian, pihaknya belum bisa bertindak selama ini lantaran tidak adanya laporan dari nagari terkait. Sebab, penanganan bencana kekeringan melibatkan banyak instansi maka pihaknya perlu alasan yang dibawa untuk menghadap sebagai bentuk sinergitas penanggulangan.

Reporter: JO

Editor: MALIN MARAJO

Loading...
loading...