Beranda Daerah Kelurahan NDB di Kota Payakumbuh “Pesantrenkan” Penghisap Lem

Kelurahan NDB di Kota Payakumbuh “Pesantrenkan” Penghisap Lem

Kelurahan NDB
Para penghisap lem di Kelurahan Nunang Daya Bangun ( NDB ) Kota Payakumbuh menerima edukasi dari tokoh masyarakat setempat sebelum dipesantrenkan.

Beritanda1–Kelurahan NDB (Nunang Daya Bangun) di Kota Payakumbuh, memiliki komitmen tinggi  mewujudkan kelurahan bersih narkoba (bersinar). Berbagai upaya dilakukan, termasuk memberantas penyalahgunaan penghisap lem yang marak dikalangan generasi muda.

Menariknya, sebagai langkah edukasi, kelurahan NDB membuat terobosan baru dengan memasukkan  remaja yang kedapatan menghisap lem ke “pesantren” di Mushalla setempat.

Terbukti Senin (15 Maret 2021), ketika didapati tiga orang remaja sedang menghisap lem, pihak kelurahan bersama  warga setempat, mengamankan remaja tersebut bersama barang bukti yang ada bersama mereka.

Terhadap pristiwa itu, berbekal komunikasi yang baik dengan pihak keluarga, beberapa tokoh masyarakat kelurahan NDB, termasuk RT/RW membuat surat perjanjian.

“Namun ada sanksi sosial yang sifatnya mendidik. ketiga remaja ini kita pesantrenkan di mushala kelurahan selama dua bulan kedepan,” kata Lurah Ari Ashadi.

Ide ini, menurut Lurah NDB, Ari Ashadi, berawal dari keberhasilan rehab mandiri yang dilakukan salah seorang warga  beberapa waktu lalu. Di mushala tersebut, pelaku “ngelem” mengikuti sholat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Mereka atas kesadaran mengikuti kegiatan sholat berjamaah ini. Mudah-mudahan ini adalah awal dari lembaran kehidupan baru bagi mereka. Bahkan ketika kita kesana kemarin, orang tua mereka  hadir, termasuk ketua LPM, Agen Pemulihan (AP), ketua RT dan beberapa tokoh masyarakat. Semua mendukung kegiatan tersebut,” jelas Lurah NDB.

Terkait dengan kegiatan rehab mandiri berbasis masyarakat ini, pihak kelurahan juga telah menyampaikan kepada Pemerintah Kecamatan dan puskesmas. Pihak puskesmas sangat mendukung kegiatan tersebut dan akan segera disurati untuk dilakukan pengecekan kesehatan kepada remaja-remaja tersebut.

“Selama 2 bulan kedepan, remaja kita ini akan dibina di bawah Pemerintah Kelurahan, Satgas Anti Narkoba, perangkat RT/RW serta tokoh masyarakat. Akan ada kegiatan-kegiatan yang akan mereka ikuti seperti siraman rohani, olah raga dan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Tidak hanya mereka, rencananya remaja-remaja seusia mereka pun akan diikutsertakan dalam kegiatan tersebut,” kata Lurah.

BACA JUGA:  PP Kab. Solok Helat Muscab ke VIII, Lamud Wijaya Terpilih Secara Aklamasi

Ditambahkan,  beberapa tokoh masyarakat juga mengajak lurah untuk melakukan peninjauan terhadap dua unit rumah kosong yang kerap diduga sebagai tempat pemakaian dan penyalahgunaan narkoba dan lem. Informasi dari warga, disana kerap didapati alat-alat dan bekas aktivitas pemakaian narkoba itu sendiri.

“Dari peninjauan kedua lokasi ini, benar ditemukan bekas-bekas alat pemakai. Atas temuan ini, tentu kita koordinasikan dengan pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas dan BNN Kota Payakumbuh,” ucapnya.

Terpisah, Ketua LPM Kelurahan NDB Fahman Rizal menyampaikan, upaya  preventif akan terus diperkuat kelurahan NDB kedepan, mengingat lokasi kelurahan yang berada di area pasar. Peran serta dan kesadaran masyarakat memang dibutuhkan sekali guna mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba.

“Saat kami lakukan pemeriksaan ke lokasi-lokasi yang disinyalir sebagai tempat memakai narkoba, memang ditemukan banyak bekas alat-alat yang digunakan. Untuk itu kedepan pengawasan akan ditingkatkan,” kata Fahman.

Sementara itu, Ketua Satgas Anti Narkoba Kelurahan NDB, Dedi Hendri menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan pembinaan pada remaja-remaja NDB agar tidak terjerumus terlalu jauh sehingga merusak generasi penerus.

Dikatakan Dedi Hendri yang biasa disapa Asenk, remaja tersebut butuh perhatian. Dengan rehabilitasi di mushala, artinya kita berusaha mendekatkan dan memberi suntuhan agama agar mereka mendapatkan siraman rohani.

“ Dengan begitu, mereka merasakan bahwa jalan yang mereka tempuh adalah jalan yang salah. Selain itu,  mereka juga di arahkan untuk melakukan olah raga. Jadi, mereka bukan di sisihkan, tetapi dirangkul bersama,” kata Dedi Hendri.

Reporter: Diko Rahmat

Artikel sebelumyaBertambah 10 Orang, Positivity Rate Covid-19 Kabupaten Solok Menjadi 9,71 Persen
Artikel berikutnyaTiga Warga Dharmasraya Disambar Petir, Dua Orang Tewas